Jakarta, lajunetwork.id – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan pembenahan menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga menembus batas penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada Jumat pagi.
Dasco menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi BEI di Jakarta, Jumat siang. Dalam kunjungan itu, ia menekankan pentingnya bagi otoritas bursa untuk menindaklanjuti berbagai masukan, termasuk dari lembaga penyedia indeks dan pemeringkat pasar internasional, Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
“Kami memonitor serta meminta kepada bursa untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan,” ujar Dasco dalam konferensi pers di BEI.
Menurut Dasco, MSCI semula dijadwalkan melakukan peninjauan atau konsultasi pada November. Namun, lembaga tersebut telah mengeluarkan hasil peninjauan awal pada Jumat dini hari waktu Indonesia Barat (WIB).
Ia mengatakan, OJK dan BEI sebenarnya telah menjalankan sejumlah langkah untuk merespons berbagai masukan terkait pasar modal Indonesia, meskipun jadwal peninjauan yang disebutkan sebelumnya masih beberapa bulan lagi.
” Sebenarnya bahwa bursa juga sudah melakukan proses-proses dalam rangka mengakomodir review-review yang sebenarnya baru akan di bulan November tetapi kemudian dalam hal ini OJK dan bursa sudah melakukan proses-proses tersebut,” kata Dasco.
Sebagai tindak lanjut, DPR menggelar rapat koordinasi pada Jumat dengan melibatkan BEI, OJK, Danantara, serta kepolisian. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi antarlembaga dalam menyikapi perkembangan pasar modal.
Dasco menegaskan, setiap pihak akan menyampaikan keterangan sesuai dengan kewenangan dan kapasitas masing-masing.
“Semua pihak akan memberikan keterangan sesuai dengan porsi masing-masing,” ujarnya.
Sebelumnya, IHSG mengalami tekanan jual signifikan pada pembukaan perdagangan Jumat. Indeks acuan pasar saham Indonesia itu turun 469,86 poin atau 8,01 persen ke level 5.393,92 sehingga perdagangan dihentikan sementara melalui mekanisme trading halt.
Pada saat yang sama, indeks saham unggulan LQ45 juga melemah 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.
Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi setelah MSCI mengumumkan pembukaan konsultasi terkait kemungkinan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market.
Perubahan klasifikasi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi persepsi investor internasional terhadap pasar modal Indonesia serta keputusan investasi yang mengacu pada indeks MSCI.
Di tengah tekanan pasar, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata memperingatkan adanya potensi koreksi lanjutan apabila IHSG menembus sejumlah level teknikal penting.
Dalam kajiannya di Jakarta pada Jumat, Liza menyebut level 5.828 sebagai area penopang atau support yang perlu dicermati. Jika level tersebut ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk mengisi celah harga atau gap pada kisaran 5.805–5.744 dan 5.704–5.695.
Menurut analisis tersebut, level 5.700 menjadi penopang psikologis berikutnya. Apabila tekanan jual berlanjut dan level itu turut ditembus, IHSG berisiko merosot lebih dalam menuju 5.300, yang merupakan area terendah sebelumnya (previous low).
Perkembangan pasar modal selanjutnya akan menjadi perhatian pemerintah, regulator, dan pelaku industri keuangan, terutama dalam merespons masukan MSCI serta menjaga kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia.
