LajuNetwork.id – Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang, B.Comm., mendorong generasi muda Indonesia untuk meningkatkan kecakapan bermedia digital dengan mengedepankan kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga perlu mampu menghasilkan konten kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Andina dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI, Kamis (8/10/2026), di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Kegiatan ini mengangkat tema “Generasi Muda Cakap Bermedia Digital”.
Dalam pemaparannya, Andina menjelaskan bahwa penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 81,7 persen atau sekitar 235 juta pengguna, sementara jumlah identitas pengguna media sosial tercatat sekitar 150 juta pada akhir 2025.
Tingginya penggunaan internet membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, bekerja, berkarya, dan berkontribusi. Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi kemampuan menilai kredibilitas informasi dan memastikan kebenaran konten sebelum menyebarkannya.
Andina juga menyoroti data Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2025 yang mencatat nilai 44,53 dari skala 100. Menurut materi yang disampaikan, kemampuan menggunakan aplikasi komunikasi dan media sosial sudah cukup baik, tetapi kemampuan memverifikasi informasi masih menjadi tantangan. Karena itu, generasi muda perlu memeriksa sumber, memahami konteks dan kepentingan di balik suatu konten, serta mempertimbangkan dampaknya sebelum membagikannya.
Ia mendorong generasi muda untuk menerapkan prinsip create more and consume less, yakni mengurangi kebiasaan hanya mengonsumsi konten dan mulai menghasilkan karya yang bermanfaat. Media digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kebudayaan daerah, mempromosikan UMKM, menyebarkan edukasi, mengembangkan usaha, serta menyampaikan gagasan yang menginspirasi.
Generasi muda diharapkan tidak hanya mengejar popularitas atau viralitas, tetapi juga menjunjung nilai kebudayaan, etika, dan tanggung jawab dalam berkarya.
Selain kecakapan individu, pemerataan akses digital juga menjadi perhatian. Andina menekankan bahwa transformasi digital harus dirasakan masyarakat di kota besar, desa, wilayah terpencil, hingga kawasan perbatasan.
Upaya BAKTI Komdigi dalam memperluas konektivitas dan menghadirkan akses telekomunikasi di wilayah yang belum terjangkau dinilai penting untuk membuka kesempatan belajar, mengembangkan kemampuan, dan berpartisipasi dalam ekosistem digital secara lebih merata.
Sementara itu, Direktur Utama BAKTI Komdigi RI, Dr. Fadhilah Mathar, M.Pd., menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menghadapi tantangan geografis, jarak, serta kelayakan komersial.
Karena itu, dukungan pemerintah diperlukan melalui penyediaan akses internet dan layanan telekomunikasi, termasuk jaringan 4G, Palapa Ring, dan Satelit Satria. Ia juga mengingatkan generasi muda agar menggunakan internet secara bijak, mengatur waktu bermedia sosial, serta memanfaatkan konektivitas untuk belajar, meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, dan menciptakan peluang usaha.
Pada sesi berikutnya, Ulinnuhaa Lazulfaa Wakhusna Ma’aab, praktisi Social Media Management, membahas strategi membangun interaksi dan pertumbuhan media sosial secara positif. Ia menekankan bahwa keberhasilan akun tidak hanya ditentukan oleh jumlah tayangan dan pengikut, tetapi juga oleh kualitas interaksi, konsistensi identitas, serta kepercayaan audiens. Konten perlu dibuat dengan pesan yang jelas, jujur, dan bermanfaat, disertai respons yang baik terhadap audiens.
Sebelum memublikasikan konten, pengelola juga perlu memeriksa kebenaran informasi, kesesuaian judul dan gambar, manfaat, serta kemungkinan dampaknya bagi orang lain.
Melalui kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara ini, BAKTI Komdigi bersama Komisi I DPR RI mendorong generasi muda untuk membangun budaya digital yang cerdas, aman, dan beretika. Penguatan konektivitas perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi digital agar teknologi tidak hanya memudahkan komunikasi, tetapi juga membuka peluang pendidikan, kreativitas, kewirausahaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pesan utama kegiatan ini adalah generasi muda perlu menjadi pengguna teknologi yang kritis sekaligus pencipta karya yang produktif, santun, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kemajuan digital dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
