Jayapura, lajunetwork.id – Empat anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) tewas dalam kontak tembak dengan tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) dan Polres Yahukimo di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (1/9).
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo mengatakan kontak tembak terjadi di sekitar kantor KPU lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai. Kelompok yang terlibat dalam insiden tersebut disebut merupakan pasukan Batalyon Eden Sawi dari Kodap XVI Yahukimo.
“Awalnya tim gabungan hendak melakukan penangkapan terhadap anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Eden Sawi pimpinan Wadanyon Habis Nare di kawasan kantor KPU lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, namun kelompok tersebut melakukan penembakan sehingga terjadi baku tembak,” kata Yusuf di Jayapura, Rabu.
Menurut Yusuf, personel gabungan mendapat tembakan saat memasuki kawasan tersebut. Petugas kemudian memberikan tembakan peringatan ke udara, tetapi peringatan itu tidak diindahkan oleh kelompok bersenjata.
Situasi kemudian berkembang menjadi kontak tembak. Sejumlah anggota kelompok tersebut dilaporkan melarikan diri ke arah kawasan hutan di belakang lokasi sambil membawa senjata api dan menembaki personel gabungan.
Setelah situasi dinilai relatif aman, personel melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Dalam pemeriksaan itu ditemukan empat jenazah yang disebut sebagai anggota KKB.
Selain korban tewas, petugas mengamankan enam orang dari lokasi kejadian. Tim gabungan juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, dan tiga unit telepon seluler.
“Dari empat anggota KKB yang tewas, tiga orang di antaranya telah teridentifikasi, yakni EH alias E, YK alias LY, dan M,” ujar Yusuf.
Sementara itu, enam orang yang diamankan telah dibawa ke Polres Yahukimo di Dekai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami identitas, aktivitas, dan peran masing-masing orang yang diamankan, termasuk kemungkinan keterkaitan mereka dengan kelompok bersenjata tersebut.
“Enam orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan,” kata Yusuf.
