Jakarta, lajunetwork.id – Empat penerbang tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin berhasil menyelesaikan penerbangan solo menggunakan pesawat tempur Rafale.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari tahapan konversi penerbang untuk mengoperasikan pesawat tempur Rafale. Penerbangan solo dilakukan pada Senin (5/10).
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan penerbangan tersebut merupakan bagian dari Solo Konversi Batch C pesawat tempur Rafale.
“Ini merupakan terbang Solo Konversi Batch C pesawat tempur Rafale,” kata Nyoman dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Kamis.
Empat penerbang yang berhasil menuntaskan tahapan tersebut yakni Mayor Pnb M. Reza Sapta N., Mayor Pnb Fero Ahmando, Mayor Pnb M. Teguh Eko P., dan Kapten Pnb Ghazi Umar Marsuq.
Sebelum menjalani penerbangan solo, keempat penerbang tersebut telah mengikuti serangkaian tahapan pendidikan dan latihan. Proses tersebut mencakup pelatihan di Prancis serta simulasi penerbangan yang dilakukan setelah mereka berada di Indonesia.
Setelah berhasil menyelesaikan penerbangan solo, keempat penerbang tersebut dinyatakan telah memenuhi tahapan untuk menjadi penerbang pesawat tempur Rafale.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris mengapresiasi keberhasilan empat penerbang tersebut dalam menyelesaikan tahapan penerbangan solo.
Menurut dia, keberhasilan itu harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dan kesiapan tempur para penerbang. Hal tersebut penting untuk memastikan mereka mampu menjalankan tugas pertahanan udara secara optimal.
“Keberhasilan ini diharapkan semakin memperkuat kesiapan operasional Skadron Udara 12 dalam mengawaki alutsista modern serta mendukung pelaksanaan tugas TNI AU menjaga kedaulatan wilayah udara nasional,” kata Abdul Haris.
Keberhasilan penerbangan solo tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyiapan sumber daya manusia TNI AU untuk mengoperasikan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern, khususnya pesawat tempur Rafale yang memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia.
