Jakarta, lajunetwork.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan sekitar 300 hingga 400 personel Komponen Cadangan (Komcad) di Nusa Tenggara Timur (NTT) siap dikerahkan untuk mendukung proses pemulihan wilayah yang terdampak gempa bumi.
Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema mengatakan personel tersebut tersebar di sejumlah wilayah NTT, meliputi daratan Timor, Sumba, Alor, dan Flores.
“Di NTT kurang lebih 300 sampai 400 Komponen Cadangan itu sudah siap, baik di daratan Timor, daratan Sumba, daratan Alor, kemudian Flores,” ujar Gabriel di Lapangan Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur, Senin.
Menurut Gabriel, kesiapan Komcad ditujukan untuk memperkuat upaya penanganan dan pemulihan yang dilakukan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait di wilayah terdampak.
Sejumlah personel Komcad bahkan telah turun membantu masyarakat atas inisiatif sendiri tanpa menunggu instruksi. Mereka beraktivitas di bawah koordinasi pemerintah daerah setempat untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.
Gabriel mengatakan personel Komcad hingga kini masih terlibat dalam membantu masyarakat. Ia meminta mereka memberikan pelayanan secara optimal agar keberadaan Komcad dapat memberikan manfaat nyata selama proses pemulihan berlangsung.
Ia menilai keterlibatan sukarela tersebut mencerminkan kepedulian personel Komcad terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Saya kira ini wujud wajah hati Komcad adalah demikian, tidak menunggu perintah,” kata Gabriel.
Gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Peristiwa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 07.30 WIB.
Pasca gempa utama, aktivitas seismik masih berlangsung melalui ribuan gempa susulan. BMKG mencatat hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB terdapat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo berkisar 1,1 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, 24 gempa memiliki magnitudo di atas 5.
Di sisi lain, pemerintah terus mengirimkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 954 ton bantuan logistik telah diberangkatkan dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma menuju wilayah terdampak di Labuan Bajo dan Maumere.
Distribusi bantuan tersebut berlangsung sejak 15 hingga 22 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung penanganan dan pemulihan pascagempa di NTT.
