Jakarta, lajunetwork.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mengerahkan 190 personel Brigade Mobil (Brimob) ke Kalimantan Barat untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasukan tersebut diperbantukan dalam skema Bawah Kendali Operasi (BKO) melalui Operasi Aman Nusa II 2026.
Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro mengatakan pengiriman personel dilakukan untuk memperkuat penanganan menyusul meningkatnya titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
“Tambahan personel ini untuk memperkuat respons terhadap peningkatan titik panas di Kalbar,” ujar Endar saat melepas pasukan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Senin.
Endar menyebut kondisi karhutla di Kalbar berkembang cepat karena vegetasi yang mengering akibat cuaca panas dan tiupan angin kencang. Situasi tersebut membutuhkan penanganan cepat dengan dukungan personel yang memadai.
Ratusan personel Brimob Polda Kaltim dipimpin Komisaris Besar Polisi Iwan Hidayat sebagai Komandan Detasemen Penugasan. Sebelum keberangkatan, Endar mengingatkan pasukan agar menjalankan tugas sesuai prosedur, menjaga kedisiplinan, serta menempatkan keselamatan sebagai prioritas.
Ia juga meminta seluruh personel bekerja dalam garis komando dan menghindari tindakan secara individual. Koordinasi dengan Polda Kalbar, TNI, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, serta masyarakat dinilai penting untuk memastikan penanganan berjalan efektif.
“Semua kekuatan harus bergerak dalam satu komando,” tegas Endar.
Selain Polda Kaltim, Polda Bali turut mengirimkan 110 personel Brimob untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Dengan tambahan tersebut, jumlah personel BKO yang diperbantukan kepada Polda Kalbar mencapai 300 orang.
Pengerahan pasukan lintas wilayah itu mencakup kegiatan pencegahan dan pemadaman karhutla, sekaligus upaya melindungi masyarakat dari dampak asap yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Karhutla yang terjadi di Kalimantan Barat sepanjang Agustus 2026 juga berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah kabupaten. Penambahan personel diharapkan memperkuat operasi pemadaman di darat dan membantu mengendalikan penyebaran titik api.
