Jakarta, lajunetwork.id – Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 7 dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah mendapat kepercayaan untuk menjalankan pengamanan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden menjelang pemilihan umum di negara tersebut.
Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri Brigadir Jenderal Polisi Tommy Wibisono mengatakan penunjukan kontingen Indonesia merupakan bentuk kepercayaan terhadap personel kepolisian Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian internasional.
Menurut Tommy, penugasan tersebut menjadi pencapaian tersendiri mengingat terdapat sejumlah kontingen dari berbagai negara yang turut menjalankan misi serupa di Afrika Tengah.
“Banyak kontingen dari beberapa negara yang ada di sana, tetapi luar biasanya kontingen Indonesia yang ditunjuk sebagai pengamanan daripada presiden dan wakil presiden para calon yang akan election (pemilihan umum),” kata Tommy di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin.
Selain membantu menjaga keamanan di tengah dinamika politik setempat, Satgas FPU 7 juga menjalankan kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Tommy menjelaskan, personel polisi wanita (Polwan) yang tergabung dalam kontingen turut terlibat dalam kegiatan sosial dengan menyasar perempuan dan anak-anak di wilayah penugasan.
“Para Polwan kita jumlahnya juga ada satu peleton itu turun ke ibu-ibu, ke anak-anak. Jadi, kita melakukan misi-misi kemanusiaan,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan masa penugasan selama satu tahun, Satgas FPU 7 telah kembali ke Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan keterlibatan Polri dalam misi perdamaian PBB, Indonesia kemudian mengirimkan Satgas FPU 8 ke Republik Afrika Tengah.
Pergantian kontingen tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan kontribusi personel kepolisian Indonesia dalam mendukung keamanan dan stabilitas di wilayah konflik maupun negara yang menghadapi tantangan politik.
Tommy menegaskan Polri akan terus berpartisipasi dalam berbagai misi pemeliharaan perdamaian dunia. Pihaknya juga telah menjalin koordinasi dengan PBB agar Indonesia memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam penugasan di wilayah lain.
“Kita juga sudah berkoordinasi dengan United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) bahwa kita berharap nanti ada misi baru, ada di wilayah baru, kontingen Indonesia bisa dilibatkan di misi-misi perdamaian dunia,” katanya.
Tommy menambahkan, pemberian tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana dari Presiden Prabowo Subianto kepada anggota satgas menjadi dorongan bagi personel untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, baik di dalam maupun luar negeri.
Menurut dia, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi anggota Polri dalam menjalankan tugas perdamaian internasional.
Ia juga mengaitkan semangat pengabdian tersebut dengan kebijakan Kapolri yang mengusung pendekatan kedekatan antara polisi dan masyarakat.
“Apalagi dengan kebijakan Bapak Kapolri yang baru bahwa ‘Polisi Bersama Masyarakat’ sudah luar biasa. Dalam negeri kita bersama masyarakat, di luar negeri kita juga bersama masyarakat dunia,” ujar Tommy.
Melalui keterlibatan dalam misi perdamaian PBB, Polri berharap dapat terus memperkuat peran Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan internasional sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dunia terhadap personel kepolisian Indonesia.
