Jakarta, lajunetwork.id – KRI Sriwijaya-100 disiapkan untuk mendukung penanganan bencana dan misi kemanusiaan dengan kemampuan mengoperasikan helikopter serta pesawat nirawak, selain menjalankan fungsi pertahanan maritim.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari mengatakan penguatan kemampuan kapal induk pertama TNI Angkatan Laut (TNI AL) tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas mengenai penanganan bencana.
“Pemerintah mengarahkan modifikasi KRI Sriwijaya-100 agar dapat mengoperasikan helikopter dan pesawat nirawak,” kata Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kemampuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana dan pelaksanaan misi kemanusiaan.
Qodari mengatakan kebutuhan tersebut sejalan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang membutuhkan sarana dengan kemampuan mobilitas tinggi untuk menjangkau berbagai wilayah.
Salah satu kendala dalam penanganan bencana, kata dia, adalah distribusi bantuan dan pengerahan personel ketika akses darat menuju wilayah terdampak terputus.
“Dengan kemampuannya mendukung pergerakan helikopter serta membawa dan menyalurkan berbagai kebutuhan, KRI Sriwijaya-100 dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat maupun jalur lainnya,” ujarnya.
Qodari menegaskan penambahan fungsi kemanusiaan tersebut tidak menghilangkan peran utama KRI Sriwijaya-100 dalam memperkuat pertahanan laut Indonesia.
“Dengan demikian, kehadiran KRI Sriwijaya-100 tidak hanya berbicara mengenai bertambahnya kemampuan pertahanan maritim Indonesia. Kapal ini juga dipersiapkan untuk memperkuat kemampuan negara dalam merespons keadaan darurat dan membantu masyarakat ketika mereka membutuhkan,” katanya.
KRI Sriwijaya-100 resmi masuk jajaran TNI AL setelah diresmikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (24/9).
Kapal tersebut sebelumnya bernama *ITS Giuseppe Garibaldi* dan dioperasikan Angkatan Laut Italia. Setelah bergabung dengan TNI AL, kapal itu menjadi kapal induk pertama dalam jajaran armada Indonesia.
Kementerian Pertahanan menyebut KRI Sriwijaya-100 memiliki kemampuan sebagai pusat komando operasi laut serta dapat dimanfaatkan untuk mendukung diplomasi pertahanan dan bantuan kemanusiaan.
TNI AL sebelumnya juga menyatakan kapal tersebut dilengkapi fasilitas penerbangan untuk helikopter dan pesawat nirawak. Kemampuan tersebut diproyeksikan mendukung pelaksanaan OMSP, terutama untuk penanggulangan bencana dan misi bantuan kemanusiaan.
