Jakarta, lajunetwork.id – Pengamat kepolisian Poengky Indarti menilai jajaran pejabat utama (PJU) Mabes Polri yang baru memiliki kompetensi dan pengalaman yang memadai untuk memperkuat profesionalisme institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Poengky mengatakan penempatan sejumlah perwira tinggi pada posisi strategis di lingkungan Mabes Polri telah mempertimbangkan latar belakang dan pengalaman masing-masing.
Ia mencontohkan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti.
Menurut Poengky, Dedy memiliki pengalaman di bidang intelijen sehingga dinilai mempunyai kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang relevan untuk menjalankan tugas sebagai Kabaintelkam.
Sementara itu, posisi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri yang dipercayakan kepada Irjen Pol. Herry Heryawan dinilai sesuai dengan rekam pengalaman yang dimilikinya dalam bidang penegakan hukum dan keamanan.
“Cocok dengan pengalaman beliau yang lama penegakan hukum dan keamanan sehingga diharapkan mampu menangani pemeliharaan keamanan dengan baik,” ujar Poengky.
Ia juga menilai penunjukan Irjen Pol. Asep Safrudin sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri relevan dengan pengalaman yang dimiliki perwira tersebut di bidang reserse kriminal.
Adapun jabatan Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri yang diberikan kepada Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi juga dinilai sesuai dengan latar belakangnya di bidang penegakan hukum dan pengalaman dalam memimpin satuan kewilayahan.
“Intinya, saya melihat profesionalisme semakin menguat dan hal ini menunjukkan sangat positif bagi peningkatan prestasi Polri,” katanya.
Selain jajaran PJU Mabes Polri, Poengky turut menyoroti sejumlah kepala kepolisian daerah (Kapolda) yang baru. Menurut dia, para perwira yang ditunjuk memiliki pengalaman yang relevan dengan karakteristik wilayah yang dipimpinnya.
Salah satunya adalah Irjen Pol. Dadang Hartanto yang dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya. Poengky menilai pengalaman Dadang sebagai Wakapolda Sumatera Utara dan Kapolda Maluku menjadi modal dalam menghadapi kompleksitas tugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Irjen Pol. Dadang Hartanto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumut yang penuh tantangan serta teruji di Maluku sebagai Kapolda Maluku, saat ini dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya yang tantangannya jelas lebih berat. Itu menunjukkan penguatan skill and knowledge untuk memimpin kewilayahan,” ujarnya.
Menurut Poengky, pengalaman memimpin wilayah dengan karakteristik dan tantangan berbeda dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan kepolisian di wilayah metropolitan.
Sebelumnya, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen), sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Mutasi dan rotasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut mencakup sejumlah pergantian jabatan strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun pada jajaran kewilayahan.
Perubahan susunan jabatan itu menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penataan personel di lingkungan Polri.
