Jakarta, lajunetwork.id – Perempuan Indonesia Raya (PIRA), organisasi perempuan di bawah naungan Partai Gerindra, menegaskan komitmennya untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan program prioritas serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Komitmen tersebut disampaikan setelah pelantikan Pengurus Pimpinan Pusat (PP) PIRA periode 2025–2030 dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-18 organisasi tersebut di Jakarta, Selasa.
Ketua Umum PP PIRA, Novita Wijayanti, meminta seluruh pengurus dan kader menjadikan pelantikan sebagai momentum untuk memperkuat tanggung jawab organisasi, meningkatkan kedisiplinan, serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa setiap kader perlu menjunjung tinggi nilai kesederhanaan, loyalitas, integritas, kesantunan, dan semangat gotong royong dalam menjalankan tugas organisasi.
Menurut Novita, kepercayaan yang diberikan kepada pengurus harus dijawab melalui kerja nyata, sikap bertanggung jawab, dan kemampuan membangun kerja sama yang solid. Ia juga mengingatkan agar para kader tetap mengedepankan kerendahan hati dalam menjalankan amanah.
“Jadilah kader yang rendah hati dalam menjalankan amanah, disiplin dalam bekerja dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan serta santun dalam berkomunikasi dan kompak dalam bekerja sama,” kata Novita dalam acara pelantikan Pengurus PP PIRA periode 2025–2030 sekaligus peringatan HUT ke-18 PIRA di Jakarta.
Dalam agenda tersebut, sebanyak 99 pengurus PP PIRA resmi dilantik untuk menjalankan tugas organisasi selama periode 2025–2030. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Bendahara Umum PP Partai Gerindra, Satrio Dimas Adityo.
Sejumlah pengurus yang dilantik di antaranya Novita Wijayanti sebagai Ketua Umum, Indah Rianti sebagai Sekretaris Umum, dan Rahma Oktaviana sebagai Bendahara Umum.
Selain itu, jajaran Wakil Ketua Umum PP PIRA diisi oleh Endang Sulistyorini, Prajna Paramitha Sudharto, Eti Suryowati, dan Lista Hurustiati.
Pembentukan kepengurusan baru tersebut diharapkan memperkuat koordinasi internal dan meningkatkan kapasitas organisasi dalam menjalankan program kerja.
Dengan pembagian tanggung jawab yang jelas, setiap pengurus diharapkan mampu berkontribusi sesuai bidang tugasnya serta menjaga kesinambungan kegiatan organisasi.
Novita menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak cukup hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan. Menurut dia, keberhasilan organisasi juga bergantung pada kejelasan tugas, kedisiplinan, tanggung jawab, loyalitas, serta kemauan setiap pengurus untuk bekerja bersama demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
“Karena itu, pelantikan ini hendaknya kita maknai sebagai awal dari komitmen bersama untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Selain menyoroti penguatan internal organisasi, Novita menyampaikan bahwa PIRA telah menjalankan berbagai kegiatan sosial dan politik selama satu tahun terakhir.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperluas keterlibatan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan publik.
Ia menegaskan, PIRA akan terus mengembangkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Fokus kegiatan tersebut mencakup bidang kesehatan, kesejahteraan, pemberdayaan, serta peningkatan kesadaran politik.
Menurut Novita, pelaksanaan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi dalam menjalankan peran sosialnya.
Karena itu, pengurus dan kader diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai program yang relevan.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud kepedulian PIRA terhadap kesehatan, kesejahteraan, pemberdayaan dan peningkatan kesadaran politik masyarakat,” kata Novita.
Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan sekaligus mengembangkan kegiatan yang telah berjalan, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
Pelantikan pengurus periode 2025–2030 yang bertepatan dengan HUT ke-18 PIRA menjadi momentum bagi organisasi untuk mengevaluasi perjalanan yang telah dilalui sekaligus menetapkan arah kerja ke depan.
Dengan kepengurusan baru, PIRA menargetkan penguatan koordinasi, peningkatan kedisiplinan kader, dan pengembangan program sosial yang berkelanjutan.
Organisasi tersebut juga menyatakan komitmennya untuk mendukung agenda pemerintah melalui kegiatan yang melibatkan perempuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Novita menekankan bahwa setiap amanah organisasi harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut, menurut dia, perlu menjadi landasan bagi seluruh pengurus dalam bekerja sama, membangun kepercayaan, serta menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat.
Melalui konsolidasi kepengurusan dan pengembangan program kerja, PIRA diharapkan dapat memperkuat perannya dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus menjalankan komitmen organisasi untuk mendukung program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
