Kota Cirebon, lajunetwork.id – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon menggelar aksi kebersihan lingkungan secara serentak di lingkungan kantor DKIS Bypass dan DKIS Sudarsono, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut melibatkan seluruh jajaran pegawai, mulai dari Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, hingga staf di berbagai bidang. Aksi bersih-bersih ini menjadi bagian dari dukungan terhadap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang mengangkat tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, sejalan dengan tema global “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future”serta kampanye internasional NowForClimate.
Selama kegiatan berlangsung, para pegawai melakukan pembersihan di sejumlah area kantor, termasuk halaman, saluran drainase, area parkir, serta berbagai sudut ruangan dan fasilitas penunjang lainnya. Selain mengumpulkan sampah dan membersihkan lingkungan kerja, peserta juga melakukan penataan kawasan kantor guna menciptakan suasana yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kontribusi menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon, Tubagus Muhammad Maulana Yusuf, S.Kom., mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dimulai dari lingkungan terdekat.
“Hari ini, 5 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema nasional ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’. Saya mengimbau seluruh pegawai DKIS untuk menjaga kebersihan, baik di lingkungan kantor maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Cara kita memelihara lingkungan memiliki pengaruh terhadap kondisi iklim. Karena itu, pada hari ini DKIS mengadakan kegiatan bersih-bersih kantor sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Menurut Tubagus, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun menjadi budaya kerja sekaligus kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak hanya terbatas pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Ia menjelaskan bahwa DKIS telah menetapkan agenda kebersihan lingkungan secara rutin setiap hari Jumat sebagai salah satu upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat. Tujuannya agar lingkungan tetap bersih dan nyaman, karena menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI),” katanya.
Gerakan tersebut sejalan dengan program nasional yang mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui keterlibatan berbagai pihak, upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas.
Tubagus menambahkan bahwa semangat menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu.
“Harapan kami, gerakan ini tidak hanya dilakukan oleh DKIS atau lingkungan pemerintah saja. Masyarakat juga perlu bergerak bersama untuk mewujudkan Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Dengan keterlibatan semua pihak, upaya menjaga lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar bagi masa depan,” tuturnya.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DKIS Kota Cirebon mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap isu perubahan iklim dengan menerapkan perilaku hidup yang ramah lingkungan. Menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah secara bertanggung jawab, serta membangun kebiasaan yang berkelanjutan dinilai sebagai langkah sederhana namun memiliki kontribusi penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan masa depan bumi.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya menghadapi perubahan iklim tidak hanya dilakukan melalui kebijakan besar, tetapi juga melalui aksi nyata yang dimulai dari lingkungan kerja, rumah tangga, dan komunitas masyarakat sehari-hari.
