Jakarta, lajunetwork.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyambangi keluarga Akhmad Rizani, petugas yang meninggal dunia saat menjalankan tugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Gibran mendatangi kediaman almarhum di Palangka Raya, Kamis, untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah agenda kerjanya meninjau penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Gibran menyampaikan duka mendalam sekaligus penghargaan atas pengabdian Akhmad Rizani dalam upaya menangani karhutla.
“Saya menyampaikan duka cita mendalam, saya mohon maaf atas kejadian ini dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jasa-jasa beliau dalam penanganan karhutla,” ujar Gibran.
Selain menemui keluarga almarhum, Wapres juga berdialog dengan petugas yang masih bertugas menangani kebakaran di lapangan.
Gibran memberikan apresiasi atas dedikasi para petugas yang terus bekerja memadamkan titik api serta menangani berbagai dampak yang ditimbulkan oleh karhutla.
Menurutnya, petugas lapangan merupakan unsur penting dalam memastikan upaya penanganan kebakaran berjalan secara efektif. Karena itu, ia meminta aspek keselamatan dan kesehatan personel tidak diabaikan selama menjalankan tugas.
“Terima kasih atas kerja keras Bapak Ibu dalam memadamkan titik api mulai dari awal terjadinya kebakaran. Bapak Ibu adalah ujung tombak pelaksana di lapangan. Mohon tetap jaga keselamatan dalam bekerja. Gunakan APD sesuai prosedur dan sebisa mungkin menjaga kesehatan,” tuturnya.
Gibran juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Upaya pemerintah tidak cukup hanya dengan memadamkan api, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan masyarakat yang terdampak.
Selain manusia, keberlangsungan satwa liar dan kondisi habitatnya juga perlu menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.
Ia meminta kelompok masyarakat yang tergolong rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, mendapat perlindungan serta pelayanan yang memadai selama kondisi karhutla berlangsung.
Gibran menekankan setiap kebijakan dan tindakan di lapangan harus disesuaikan dengan situasi serta kebutuhan yang benar-benar terjadi di wilayah terdampak.
Menurutnya, langkah penanganan harus dilakukan secara terukur, efektif, dan tepat sasaran. Komunikasi dengan masyarakat juga perlu dijaga secara terbuka agar warga mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi karhutla dan langkah pemerintah dalam mengatasinya.
