Jakarta, lajunetwork.id – Pelatih Jorge Jesus memberikan respons menohok terkait kabar yang menyebut Pep Guardiola akan menggantikannya di Al Nassr pada musim depan.
Jorge Jesus baru saja membawa Al Nassr menjuarai Liga Arab Saudi musim 2025/2026 setelah memastikan gelar pada Jumat (22/5) dini hari WIB. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi pencapaian penting bagi klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo.
Meski sukses mempersembahkan trofi, Jorge Jesus dikabarkan tidak akan melanjutkan kiprahnya bersama Al Nassr. Pelatih asal Portugal itu disebut bakal meninggalkan klub dan membuka peluang melatih tim lain pada musim mendatang.
Di tengah rumor tersebut, nama Pep Guardiola muncul sebagai kandidat kuat pengganti Jorge Jesus. Menanggapi isu itu, Jesus justru melontarkan pernyataan bernada sindiran.
“Bangga? Kenapa saya harus bangga? Dialah (Guardiola) yang seharusnya bangga menggantikan saya,” ujar Jorge Jesus seperti dikutip dari Italpress.
Sebelumnya, Jorge Jesus memang telah mengisyaratkan akan mengakhiri masa baktinya di Al Nassr usai membawa klub meraih gelar juara.
“Ketika saya menerima tantangan ini, ketika Cristiano Ronaldo dan Semedo menghubungi saya, saya tahu ini akan menjadi tantangan terberat dalam karier saya,” kata Jorge Jesus.
Ia mengaku sejak awal telah memiliki kesepakatan pribadi dengan Cristiano Ronaldo untuk membantu Al Nassr meraih gelar juara sebelum meninggalkan klub.
“Tetapi seperti yang saya katakan kepada Cris: ‘Saya akan membantumu menjadi juara dan kemudian saya akan pergi sendiri.’ Ini adalah tahun yang luar biasa, dan sekarang saya ingin menikmati sesuatu di tempat lain,” ujarnya.
Sementara itu, Pep Guardiola juga baru mengumumkan pengunduran dirinya dari Manchester City pada Jumat (22/5). Setelah meninggalkan kursi pelatih, Guardiola akan menjalani peran baru sebagai Duta Global Manchester City.
Dalam pernyataannya, Guardiola mengaku keputusannya hengkang bukan karena masalah tertentu, melainkan merasa waktunya bersama klub telah selesai.
“Jangan tanya alasan kepergianku. Tidak ada alasan, tetapi jauh di lubuk hatiku, aku tahu ini waktuku. Tidak ada yang abadi,” kata Guardiola dikutip dari laman resmi Manchester City.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyampaikan kesan mendalam terhadap kota Manchester dan budaya kerja masyarakatnya selama menangani klub tersebut.
“Ini adalah kota yang dibangun dari kerja keras. Anda bisa melihatnya dari warna batu batanya, dari orang-orang yang datang lebih awal dan pulang lebih larut. Saya rasa saya mulai memahami hal itu, dan tim saya juga,” ujar Guardiola.
