Yogyakarta, lajunetwork.id – Founder CT Corp Chairul Tanjung memberondong Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan berbagai pertanyaan terkait kondisi ekonomi nasional dalam gelaran Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Centre (JEC), Yogyakarta.
Dalam sesi bertajuk One on One Financial Talks, Chairul Tanjung yang akrab disapa CT menyoroti sejumlah isu strategis mulai dari penerimaan negara, stabilitas fiskal, pengelolaan APBN, hingga tata kelola ekspor sumber daya alam Indonesia.
Diskusi berlangsung dinamis dan terbuka di hadapan ribuan peserta festival keuangan yang disebut sebagai salah satu forum ekonomi dan finansial terbesar di Indonesia.
CT beberapa kali melontarkan pertanyaan tajam terkait tantangan ekonomi global, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, hingga strategi pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian pasar internasional.
Menjawab berbagai pertanyaan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam jalur yang baik dan memiliki fundamental yang kuat.
“Fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid. Dari sisi fiskal, pengelolaan APBN, hingga stabilitas sistem keuangan, semuanya masih terkendali dengan baik,” ujar Purbaya dalam forum tersebut.
Salah satu isu yang mendapat sorotan utama dalam diskusi adalah pengawasan ekspor sumber daya alam. Purbaya menjelaskan pemerintah kini tengah memperkuat pengawasan melalui pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk menekan praktik under-invoicing atau manipulasi nilai ekspor yang dinilai merugikan negara.
Purbaya mengungkapkan, praktik tersebut selama ini menyebabkan penerimaan pajak dan devisa negara tidak optimal karena sebagian dana hasil ekspor justru diparkir di luar negeri.
“Pemerintah ingin memastikan seluruh potensi penerimaan negara dari sektor sumber daya alam bisa masuk maksimal ke dalam sistem keuangan nasional,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan tata kelola ekspor menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga ketahanan fiskal nasional di tengah tekanan ekonomi global.
Dalam kesempatan itu, CT juga menyoroti tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar keuangan.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya menilai pemerintah terus berupaya menjaga kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter melalui koordinasi lintas lembaga.
Menurut dia, stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga meski pasar global masih dibayangi ketidakpastian akibat tensi geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan fluktuasi harga komoditas.
Dialog antara Chairul Tanjung dan Purbaya pun mendapat perhatian besar dari publik dan pelaku usaha karena menghadirkan pembahasan terbuka mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan.
Selain membahas tantangan ekonomi, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan dunia usaha terkait langkah menjaga daya tahan ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Jogja Financial Festival 2026 sendiri menghadirkan berbagai tokoh ekonomi, regulator, pelaku industri keuangan, akademisi, hingga investor dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran gagasan dalam memperkuat literasi keuangan serta memperluas pemahaman publik terhadap kondisi ekonomi nasional dan global.
