Jakarta, lajunetwork.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa sebagian besar daging hasil dam jemaah haji Indonesia di Arab Saudi akan disalurkan kepada warga Palestina yang membutuhkan bantuan pangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil kepada tim Media Center Haji di Makkah, Jumat (24/5/2026). Ia mengatakan penyaluran itu telah disepakati pemerintah Arab Saudi melalui lembaga Adahi.
“Distribusi daging-daging dam ini untuk masyarakat Palestina. Jadi, daging dam dari Indonesia yang jumlahnya hampir 90 ribu kilogram itu didistribusikan untuk saudara-saudara kita di Palestina,” kata Dahnil.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar kepada masyarakat Palestina di tengah situasi kemanusiaan yang masih berlangsung.
“Presiden berharap daging-daging dam hasil jemaah haji itu dapat didistribusikan untuk warga Palestina yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain untuk Palestina, sebagian daging dam juga akan dibagikan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Timur Tengah yang membutuhkan bantuan pangan.
Dahnil menjelaskan, proses pemotongan dam di Tanah Suci dijadwalkan mulai berlangsung pada 10 Zulhijah atau Rabu (27/5/2026) melalui lembaga Adahi. Pemerintah juga membuka kesempatan bagi media untuk menyaksikan langsung proses pemotongan tersebut.
“Nanti teman-teman wartawan bisa melihat secara langsung proses pemotongannya,” katanya.
Berdasarkan data pemerintah, hingga saat ini sebanyak 126.832 jemaah haji Indonesia telah membayar dam. Dari jumlah tersebut, 90.956 jemaah memilih melakukan pemotongan dam di Tanah Suci, sedangkan 32.691 jemaah melaksanakan pemotongan di Indonesia.
Sementara itu, 3.195 jemaah memilih mengganti dam dengan puasa, dan 1.076 jemaah menjalani haji ifrad sehingga tidak diwajibkan membayar dam.
Dahnil menilai tata kelola dam pada musim haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut pelaporan dan proses pemotongan kini berjalan lebih tertib dan terdata dengan baik.
“Tahun ini melonjak secara tertib dengan baik sampai 126 ribu. Jadi tidak ada itu lagi yang potong-potong ilegal,” ujar Dahnil.
