Mataram, lajunetwork.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkapkan sebanyak 29.400 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah lolos verifikasi secara nasional sebagai mitra pemerintah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 27.900 dapur sudah mulai beroperasi untuk mendukung penyaluran program makan bergizi kepada masyarakat.
“Sekarang, yang terverifikasi secara nasional ada 29.400 dapur dan yang sudah operasional 27.900 dapur,” kata Sony dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Mataram, Jumat.
Menurut Sony, jumlah dapur yang telah diverifikasi itu sudah mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional yang ditargetkan sebanyak 30 ribu lokasi dapur MBG.
“Sisanya, kita menunggu hasil validasi data riil, terutama untuk daerah terpencil,” ujarnya.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan peserta didik.
Sony menjelaskan kebutuhan nasional penyaluran MBG saat ini mencakup sekitar 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Kelompok penerima manfaat tidak hanya peserta didik, tetapi juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta tenaga pendidik.
“Jadi, yang kita utamakan itu adalah ibu hamil, menyusui, anak balita, peserta didik, dan tenaga pendidik,” katanya.
Lebih lanjut, Sony menyampaikan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah turut berdampak terhadap operasional BGN. Namun, menurut dia, efisiensi dilakukan tanpa mengurangi kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
“BGN menyambut kebijakan pemerintah ini tanpa mengurangi kualitas. Tetap Rp15 ribu untuk porsi besar dan Rp13 ribu untuk porsi kecil,” ujarnya.
Ia menjelaskan porsi besar dengan anggaran Rp15 ribu diberikan kepada peserta didik mulai kelas 4 sekolah dasar, ibu hamil, serta tenaga pendidik.
Sementara itu, porsi kecil senilai Rp13 ribu diperuntukkan bagi balita hingga siswa kelas 3 sekolah dasar.
Menurut Sony, alokasi anggaran tersebut mencakup biaya operasional, insentif petugas, dan pengadaan bahan baku makanan.
Pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat secara bertahap, termasuk wilayah terpencil yang masih membutuhkan proses validasi dan kesiapan infrastruktur distribusi.
Program ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta menekan angka stunting dan masalah gizi di Indonesia.
