Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat peran koperasi sebagai salah satu instrumen utama pembangunan ekonomi nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang menekankan pentingnya membangun ekonomi yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat.
Menurut Ferry, pesan Presiden mengenai penguatan koperasi bukan hanya menjadi panduan kebijakan, tetapi juga mandat strategis yang harus diterjemahkan ke dalam berbagai program nyata di lapangan. Kementerian Koperasi, kata dia, siap mengambil langkah konkret untuk memperkuat posisi koperasi dalam sistem perekonomian nasional.
“Arahan Presiden menjadi mandat penting bagi kami untuk mempercepat transformasi ekonomi rakyat melalui penguatan koperasi di berbagai sektor,” ujar Ferry dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Salah satu program yang menjadi fokus pemerintah adalah pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut dirancang untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan melalui pengelolaan usaha secara kolektif dan berkelanjutan.
Ferry menjelaskan bahwa KDKMP diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Selain menciptakan aktivitas ekonomi baru, program tersebut juga ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kami ingin memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari bawah, menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta memastikan koperasi menjadi benteng ekonomi warga,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan koperasi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membangun sistem ekonomi yang lebih inklusif. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam kegiatan ekonomi produktif, koperasi dinilai mampu menciptakan distribusi manfaat pembangunan yang lebih merata.
Sebelumnya, dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung pada 1 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Presiden menilai koperasi memiliki peran strategis sebagai sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus instrumen untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai Indonesia selama beberapa dekade terakhir belum sepenuhnya memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperkuat model ekonomi yang mampu memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil.
Presiden juga mengingatkan bahwa penguatan koperasi merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut menegaskan bahwa perekonomian nasional disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Menurut Presiden, koperasi menjadi salah satu wujud nyata penerapan prinsip tersebut karena menempatkan kebersamaan dan gotong royong sebagai dasar dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai dasar negara, termasuk dalam bidang ekonomi. Ia menegaskan bahwa konsep ekonomi Pancasila harus diwujudkan dalam kebijakan dan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Ekonomi Pancasila bukan sekadar gagasan, melainkan jalan untuk memastikan kekayaan bangsa dapat dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” demikian pesan yang disampaikan Presiden.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian Koperasi berkomitmen memperkuat kelembagaan koperasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas akses pembiayaan dan pasar bagi koperasi di seluruh Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan ekonomi nasional yang adil, tangguh, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
