Jakarta, lajunetwork.id – Kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, mengakui hasil imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 bukan hasil yang diharapkan timnya.
Bermain di Stadion Houston, Kamis, Portugal yang datang dengan status salah satu kandidat juara gagal mengamankan tiga poin penuh. Sempat unggul cepat melalui gol Joao Neves pada menit keenam, Portugal harus puas berbagi angka setelah Yoane Wissa menyamakan kedudukan pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+5.
“Bukan awal yang kami inginkan, tetapi ini masih jauh dari selesai,” tulis Ronaldo melalui akun Instagram resminya.
Laga melawan Republik Demokratik Kongo menjadi momen bersejarah bagi Ronaldo. Pemain berusia 41 tahun itu tampil penuh selama 90 menit dan mencatatkan partisipasinya di enam edisi Piala Dunia secara beruntun sejak debut pada turnamen 2006 di Jerman.
Penampilan tersebut juga menjadi caps ke-229 Ronaldo bersama tim nasional Portugal sejak pertama kali memperkuat Selecao das Quinas pada Agustus 2003. Catatan itu semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola internasional.
Meski gagal membawa tim meraih kemenangan, Ronaldo meminta rekan-rekannya segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.
“Kepala tetap tegak dan fokus pada pertandingan selanjutnya,” ujar mantan pemain Manchester United, Real Madrid, dan Juventus tersebut.
Hasil imbang ini membuat Portugal wajib meraih kemenangan pada pertandingan kedua Grup K saat menghadapi Uzbekistan national football team, yang menjalani debutnya di putaran final Piala Dunia.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Houston pada Rabu (24/6) pukul 00.00 WIB. Kemenangan menjadi target utama Portugal untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Sementara itu, pelatih Portugal, Roberto Martinez, menilai timnya kehilangan momentum setelah berhasil mencetak gol cepat di awal pertandingan.
Menurut Martinez, gol Joao Neves seharusnya menjadi titik awal bagi Portugal untuk mengendalikan jalannya laga. Namun kenyataannya, tim lawan mampu bangkit dan perlahan menemukan ritme permainan mereka.
“Mencetak gol seharusnya menjadi momen yang luar biasa, tetapi kenyataannya tidak demikian,” kata Martinez.
Ia menilai Portugal kehilangan variasi serangan dan kelancaran dalam penguasaan bola, sehingga Republik Demokratik Kongo mampu kembali ke dalam pertandingan.
“Saya pikir kami kehilangan sedikit kedalaman dalam menyerang, kehilangan kelancaran dalam penguasaan bola, dan membiarkan mereka kembali menemukan bentuk permainan mereka,” ujarnya.
Martinez menambahkan bahwa kepercayaan diri yang diperoleh lawan setelah mampu mengimbangi permainan Portugal membuat pertandingan berjalan semakin sulit.
“Kepercayaan diri yang mereka dapatkan setelah gol tersebut membuat pertandingan menjadi sangat sulit, tetapi memang seperti itulah Piala Dunia,” kata pelatih asal Spanyol itu.
Hasil seri pada laga perdana membuat persaingan di Grup K masih terbuka lebar. Portugal masih memiliki peluang besar untuk melaju ke babak berikutnya, namun mereka dituntut tampil lebih efektif dan konsisten pada dua pertandingan tersisa.
Dengan pengalaman pemain-pemain senior seperti Ronaldo serta kualitas skuad yang dimiliki, Portugal diyakini tetap menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perburuan gelar juara Piala Dunia 2026.
