Surabaya, lajunetwork.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meneladani semangat perjuangan dan pengabdian Pahlawan Nasional Moehammad Jasin dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Khofifah saat mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam Upacara Peringatan Hari Juang Polri 2026 di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jumat.
Upacara tersebut mengusung semangat “Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju.”
Khofifah mengatakan Hari Juang Polri bukan sekadar momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat mengenai nilai pengabdian yang diwariskan para pendahulu kepolisian.
“Semangat Hari Juang Polri adalah semangat untuk terus mengabdi. Perjuangan para pendahulu Polri mengajarkan bahwa tugas kepolisian merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Khofifah.
Menurutnya, perjuangan para pendahulu Polri dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia perlu menjadi inspirasi bagi anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas di tengah masyarakat.
Ia menilai nilai-nilai tersebut sejalan dengan tema Hari Juang Polri 2026, yakni “Dengan Semangat Hari Juang Polri, Kita Tingkatkan Pengabdian untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara.”
Khofifah menegaskan, Polri memiliki peran penting dalam menciptakan rasa aman dan ketertiban sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang profesional.
“Polri harus hadir memberikan rasa aman, menjaga ketertiban, menegakkan hukum, sekaligus memberikan pelayanan yang cepat, responsif dan humanis kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah secara khusus mengajak anggota Polri meneladani keberanian dan pengabdian Moehammad Jasin. Menurutnya, nilai perjuangan tokoh tersebut masih relevan dengan pelaksanaan tugas kepolisian pada masa kini.
Moehammad Jasin memiliki peran penting dalam sejarah lahirnya Hari Juang Polri. Pada 21 Agustus 1945, ketika menjabat sebagai Komandan Tokubetsu Keisatsutai atau Polisi Istimewa Surabaya, Jasin menyatakan bahwa kesatuan tersebut telah menjadi bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Langkah tersebut kemudian diikuti dengan seruan kepada anggota Polisi Istimewa untuk turut mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melakukan pelucutan senjata tentara Jepang.
Peristiwa pada 21 Agustus 1945 itu kemudian menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan kepolisian Indonesia dan diperingati sebagai Hari Juang Polri setiap 21 Agustus.
“Beliau mengajarkan bahwa tugas kepolisian merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Khofifah.
Peran Moehammad Jasin dalam sejarah Polri tidak berhenti pada momentum tersebut. Pada 1946, ketika menjabat Kepala Kepolisian Karesidenan Malang, ia mendapat tugas dari Kapolri Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo untuk membentuk Brigade Mobil.
Pembentukan tersebut kemudian menjadi cikal bakal Korps Brigade Mobil atau Brimob Polri.
“Karena itu, M. Jasin bukan hanya bagian dari sejarah Hari Juang Polri, tetapi juga memiliki jasa besar dalam perjalanan Brimob. Semangat dan pengabdiannya patut terus dikenalkan kepada generasi penerus Polri,” ujar Khofifah.
Khofifah menilai mengenang perjuangan Moehammad Jasin tidak cukup dilakukan melalui seremoni tahunan. Nilai perjuangan yang diwariskannya perlu diterjemahkan dalam bentuk pengabdian nyata sesuai dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Menurut dia, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan, profesionalisme, responsivitas, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
“Mengenang M. Jasin berarti menjaga nilai perjuangan agar tetap hidup dan diteruskan dalam bentuk pengabdian sesuai tantangan zaman,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas dedikasinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur.
Ia menilai kondisi daerah yang aman dan kondusif tidak terlepas dari kerja sama berbagai unsur, termasuk Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, serta masyarakat.
Menurut Khofifah, sinergi antarlembaga dan partisipasi masyarakat merupakan modal penting untuk menjaga stabilitas Jawa Timur. Kolaborasi tersebut juga diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Peringatan Hari Juang Polri 2026 pun diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang sejarah perjuangan kepolisian, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh jajaran Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan, serta menjalankan tugas dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
