Jakarta, lajunetwork.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group menyiapkan penguatan infrastruktur dan kapasitas angkutan KRL Green Line seiring meningkatnya jumlah pengguna, khususnya pada lintasan menuju Rangkasbitung.
VP Corporate Communication KAI Group Anne Purba mengatakan pertumbuhan penumpang di Rangkasbitung Line kini semakin signifikan. Bahkan, kontribusinya terhadap total pengguna layanan komuter mulai mendekati volume penumpang pada Cikarang dan Bekasi Line.
“Kalau kita lihat Cikarang Line, dengan Rangkasbitung, ini kontribusinya sudah kejar-kejaran. Sudah hampir sama, volumenya Rangkasbitung dengan Bekasi,” ujar Anne di Jakarta, Jumat.
Berdasarkan data KAI Group, Line Bogor masih menjadi penyumbang penumpang terbesar dengan kontribusi 43,9 persen dari keseluruhan layanan komuter. Meski demikian, porsinya telah menurun dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 60 persen.
Penurunan tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan pada sejumlah lintasan lainnya. Cikarang dan Bekasi Line saat ini menyumbang sekitar 24,7 persen, sementara Rangkasbitung Line telah mencapai 22,5 persen.
Pertumbuhan tersebut mendorong KAI untuk meningkatkan kemampuan prasarana di Green Line. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menambah kapasitas kelistrikan guna menunjang pengoperasian rangkaian dengan jumlah kereta yang lebih banyak.
KAI juga telah melakukan uji coba pengoperasian rangkaian 12 kereta. Namun, penerapan secara penuh masih membutuhkan sejumlah penyesuaian dan kesiapan infrastruktur pendukung.
“Kita sudah uji coba kemarin untuk transformasi 12 (rangkaian)-nya, tetapi masih ada hal yang harus kami persiapkan dari sisi prasarananya agar kapasitasnya kembali bisa tumbuh,” kata Anne.
Menurut Anne, peningkatan kapasitas angkut KRL tidak cukup hanya dilakukan dengan memperpendek jarak waktu keberangkatan atau headway. Kemampuan setiap rangkaian dalam menampung penumpang juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kapasitas layanan.
Dalam beberapa tahap sebelumnya, KAI telah meningkatkan kapasitas rangkaian KRL dari empat kereta menjadi delapan kereta. Kapasitas tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 10 kereta dan kini dipersiapkan untuk mencapai 12 kereta dalam satu rangkaian.
Selain peningkatan kapasitas rangkaian dan penguatan infrastruktur stasiun, KAI Group juga menyiapkan penambahan armada. Secara keseluruhan, terdapat 36 trainset yang dipersiapkan untuk mendukung peningkatan layanan Green Line.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah pengguna sekaligus memastikan kapasitas angkutan KRL dapat mengikuti perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat di lintasan tersebut.
