Banten, lajunetwork.id – Tim SAR Gabungan memperluas pencarian terhadap seorang jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. Memasuki hari kelima operasi, pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara, termasuk menyisir pulau-pulau di sekitar kawasan Krakatau.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki turut memantau langsung proses pencarian menggunakan Kapal Polisi (KP) Sanjaya. Tim menyusuri sejumlah wilayah yang berada di sekitar Krakatau Besar dan Krakatau Kecil, terutama area yang berkaitan dengan lokasi terakhir terdeteksinya sinyal komunikasi korban.
“Kita memantau langsung di area Krakatau besar dan Krakatau kecil. Jarak tempuhnya sekitar delapan jam dari operasi mobil patroli, khususnya di sekitar lokasi yang menjadi fokus pancaran handphone atau radio terakhir yang kami terima,” kata Hengki saat mengikuti pencarian di perairan Gunung Krakatau, Sabtu.
Salah satu lokasi yang dipantau adalah Pulau Sertung. Dari Pelabuhan Ciwandan menuju kawasan tersebut, tim menempuh perjalanan sekitar 81 mil atau kurang lebih delapan jam.
Menurut Hengki, penyisiran dilakukan untuk menemukan kemungkinan keberadaan korban maupun benda-benda yang dapat memberikan petunjuk mengenai keberadaan kapal yang mereka gunakan. Tim juga mengamati kondisi perairan dan berkoordinasi dengan nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi.
“Kita melihat situasi di sekitar laut, termasuk kemungkinan adanya benda atau puing-puing kapal. Kami juga memantau rekan-rekan nelayan yang sehari-hari bekerja di wilayah ini untuk bersama-sama memberikan informasi yang berkaitan dengan pencarian,” ujarnya.
Kondisi cuaca di sejumlah pulau sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Sertung, dilaporkan relatif teduh. Namun, kawasan tersebut masih tertutup awan sehingga dapat memengaruhi proses pemantauan dari udara.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Masyarakat maupun pihak yang melakukan aktivitas di sekitar gunung api tersebut dilarang mendekat hingga radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, perluasan wilayah pencarian dilakukan dengan membagi area operasi menjadi sejumlah sektor. Langkah tersebut dimaksudkan agar penyisiran dapat dilakukan secara lebih sistematis dan mencakup wilayah yang lebih luas.
“Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan,” kata Al Amrad di Pandeglang, Sabtu.
Untuk pencarian melalui jalur laut, tim membagi wilayah menjadi enam sektor, yakni Sektor T, U, Z, W, X, dan Y. Total cakupan wilayah laut yang disisir mencapai sekitar 2.537 nautical mile persegi.
Adapun pencarian melalui udara dilakukan di Sektor H dengan cakupan area sekitar 2.063 nautical mile persegi.
Al Amrad menegaskan bahwa keselamatan seluruh personel SAR menjadi prioritas selama operasi berlangsung. Hal itu mengingat kondisi perairan Selat Sunda yang dapat berubah dan memiliki dinamika cuaca serta gelombang yang perlu terus dipantau.
Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur SAR, baik kapal maupun armada udara, sembari mengandalkan informasi dari masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah pencarian.
