Jakarta, lajunetwork.id – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menghadapi perubahan lingkungan strategis serta tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Dudung Abdurachman seusai mengikuti taklimat Presiden yang dihadiri sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Menurut Dudung, Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung berbagai agenda pemerintah. Dukungan tersebut antara lain mencakup penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, serta pemeliharaan stabilitas keamanan nasional.
“Atas sumbangsih TNI dan Polri yang selama ini mendukung program pemerintah, baik ketahanan pangan, ketahanan energi, termasuk menjaga situasi keamanan saat ini, beliau mengapresiasi,” kata Dudung.
Selain memberikan apresiasi, Prabowo juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan TNI dan Polri. Menurut Dudung, aspek intelektual perlu mendapat perhatian lebih besar dalam proses rekrutmen personel di masa mendatang.
Ia mengatakan, kemampuan fisik tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan calon prajurit TNI maupun anggota Polri. Kemampuan berpikir dan kapasitas intelektual juga dinilai penting untuk menjawab kebutuhan organisasi yang menghadapi perkembangan teknologi dan bentuk ancaman baru.
“Jadi, kalau misalnya masuk tentara atau polisi pakai kacamata boleh, tapi dia pintar,” ujar Dudung.
Dudung menjelaskan, kebutuhan terhadap personel yang memiliki kemampuan intelektual dan teknologi semakin mendesak seiring perubahan karakter peperangan dan ancaman keamanan. Konflik masa depan, kata dia, tidak hanya mengandalkan kekuatan konvensional, tetapi juga melibatkan teknologi seperti drone serta pola peperangan hibrida.
Karena itu, profesionalisme prajurit dan anggota kepolisian perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas pendidikan serta latihan yang berkelanjutan.
“Tantangan ke depan ini perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Itu yang menjadi konsentrasi Bapak Presiden. Situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan profesionalisme prajurit, baik pendidikan maupun latihan,” katanya.
Dalam pengantarnya pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengatakan dirinya sengaja mengundang para perwira tinggi untuk menyampaikan gambaran mengenai kondisi yang sedang dihadapi Indonesia.
“Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara,” kata Prabowo.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menilai pertemuan dengan Presiden tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi sekaligus memperkuat solidaritas dan sinergi di lingkungan TNI.
Menurut Agus, arahan Presiden akan menjadi salah satu acuan dalam menentukan langkah dan kebijakan TNI ke depan, khususnya dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berubah.
“Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks, termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan,” ujar Agus.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menyatakan pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran Polri untuk menerima langsung arahan, kebijakan, dan penekanan Presiden.
Pertemuan itu sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri dalam menghadapi dinamika keamanan nasional maupun perkembangan ancaman global yang semakin beragam.
