Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan infrastruktur memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan Indonesia dan memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik serta geoekonomi global.
Menurut AHY, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan sarana fisik, seperti jalan, pelabuhan, bandara, dan bendungan.
Lebih dari itu, infrastruktur perlu dirancang untuk meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat konektivitas antarpulau, memperlancar distribusi barang, serta menghubungkan pusat produksi dengan pasar.
“Infrastruktur bukan sekadar membangun jalan, pelabuhan, bandara, atau bendungan. Infrastruktur adalah instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi kesenjangan wilayah, dan memastikan setiap daerah memiliki kesempatan untuk tumbuh dan maju,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dapat membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperluas kesempatan bagi berbagai daerah untuk berkembang.
Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
AHY menilai infrastruktur turut menentukan posisi Indonesia dalam menghadapi perubahan rantai pasok global. Kapasitas infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam kerja sama internasional.
Selain pembangunan fisik di dalam negeri, AHY menyoroti pentingnya diplomasi infrastruktur sebagai instrumen untuk memperkuat hubungan dan kemitraan dengan negara lain.
Melalui diplomasi tersebut, Indonesia diharapkan dapat menarik investasi produktif, mendorong transfer teknologi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nasional.
Upaya ini dinilai perlu berjalan beriringan dengan penguatan kemampuan domestik agar kerja sama internasional memberikan manfaat bagi pembangunan jangka panjang.
“Diplomasi yang kuat harus didukung kapasitas nasional yang kuat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan penguatan daya saing bukan hanya agenda ekonomi, melainkan bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan dan masa depan bangsa,” katanya.
AHY menegaskan, kemandirian nasional menjadi semakin penting ketika Indonesia menghadapi persaingan geopolitik dan geoekonomi yang semakin kompleks.
Menurut dia, kemampuan bangsa untuk menentukan arah pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kekuatan ekonomi dan kapasitas produksi di dalam negeri.
Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu diintegrasikan dengan penguatan ketahanan pangan, energi, air, serta pemerataan pembangunan kewilayahan.
Berbagai sektor tersebut dipandang sebagai fondasi penting untuk mendukung kedaulatan nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
AHY juga mengingatkan bahwa meningkatnya ketidakpastian global telah memperluas makna ketahanan nasional. Ketahanan suatu negara tidak cukup diukur dari kemampuan pertahanan militer, tetapi juga dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan menjaga keberlangsungan kegiatan ekonomi.
Ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan energi, pangan, teknologi, maupun sistem logistik dari luar negeri dapat menimbulkan kerentanan apabila terjadi gangguan pada rantai pasok global.
Dalam kondisi tersebut, ketersediaan sumber daya strategis dan infrastruktur yang andal menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas nasional.
Infrastruktur yang mendukung distribusi pangan, penyediaan energi, pengelolaan air, dan mobilitas barang maupun masyarakat diperlukan untuk menopang produktivitas ekonomi.
“Kedaulatan tidak cukup hanya dijaga melalui kekuatan pertahanan dan diplomasi. Kita juga harus memastikan ketersediaan pangan, energi, air, serta infrastruktur yang mampu menopang kehidupan rakyat dan produktivitas ekonomi nasional,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan yang menghubungkan aspek ekonomi, pemerataan wilayah, dan ketahanan nasional.
Dengan memperkuat kapasitas domestik serta meningkatkan konektivitas antardaerah, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat mendukung kemandirian Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan mencapai target pembangunan jangka panjang menuju 2045.
