Jakarta, lajunetwork.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat strategi transformasi bisnis untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional dalam ekosistem Danantara Indonesia.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan transformasi perusahaan diarahkan agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan peran BRI sebagai bank yang berfokus pada pengembangan ekonomi kerakyatan.
“Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI memastikan setiap langkah transformasi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memperluas kontribusi terhadap ekonomi kerakyatan,” kata Hery dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Strategi tersebut dirangkum dalam kerangka BRIvolution Reignite, yang bertumpu pada dua pilar utama. Pilar pertama adalah Transform the Funding Franchise, yang berfokus pada penguatan struktur pendanaan agar lebih efisien dan stabil.
BRI akan memperbesar porsi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) sekaligus meningkatkan kapabilitas transaction banking. Strategi ini diharapkan dapat menekan biaya dana dan memperkuat kemampuan bank dalam menyalurkan pembiayaan.
Pilar kedua adalah Revamp Existing Core and Build New Core. Strategi ini diarahkan untuk memperkuat bisnis inti BRI, terutama penyaluran kredit mikro, sembari membangun sumber pertumbuhan baru melalui bisnis consumer banking.
Hery mengatakan kerangka transformasi tersebut disusun untuk menjaga agar BRI dapat tumbuh secara sehat, efisien, dan kompetitif di tengah perubahan industri perbankan. Pada saat yang sama, perusahaan tetap mempertahankan mandatnya dalam mendukung sektor ekonomi kerakyatan.
“Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia,” ujarnya.
Kinerja BRI pada awal 2026 menunjukkan pertumbuhan di sejumlah indikator utama. Hingga triwulan I-2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan.
Penyaluran kredit dan pembiayaan juga meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasi BRI tercatat Rp15,5 triliun.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen secara tahunan. Pertumbuhan dana tersebut ikut mendorong penurunan cost of fund dari 2,98 persen pada triwulan I-2025 menjadi 2,33 persen pada triwulan I-2026.
Di sektor pembiayaan ekonomi rakyat, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga Juni 2026.
BRI juga menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi sebesar Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.
Kinerja tersebut menjadi basis bagi BRI untuk melanjutkan agenda transformasi bisnis. Perusahaan menargetkan strategi BRIvolution Reignite dapat memperkuat fundamental perusahaan sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan memperkuat pendanaan, mempertahankan bisnis mikro sebagai inti usaha, dan membangun sumber pertumbuhan baru melalui consumer banking, BRI berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan komersial dan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan.
“BRI optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” kata Hery.
