Jakarta, lajunetwork.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memulai perdagangan Selasa pagi dengan kecenderungan melemah. Mata uang Garuda tercatat mengalami penurunan dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data pasar valuta asing, rupiah terdepresiasi sebesar 54,50 poin atau sekitar 0,31 persen hingga berada di level Rp17.859 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, mata uang domestik ditutup di posisi Rp17.805 per dolar AS.
Pelemahan tersebut mencerminkan tekanan yang masih membayangi pergerakan rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global dan sentimen eksternal yang memengaruhi arus modal serta permintaan terhadap mata uang dolar AS.
Pelaku pasar saat ini juga mencermati berbagai perkembangan ekonomi internasional, termasuk arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan kondisi geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar di kawasan emerging markets, termasuk Indonesia.
Hingga perdagangan berlangsung, investor masih menunggu sejumlah data ekonomi dan perkembangan pasar global yang dapat menjadi katalis bagi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
