Jakarta – Upaya negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran dipastikan tidak berlangsung pada pekan ini.
Namun, kedua pihak disebut akan melanjutkan pembicaraan pada pekan depan dengan Islamabad, Pakistan, sebagai lokasi yang dipertimbangkan.
Informasi tersebut diungkap oleh dua pejabat senior Pakistan yang mengetahui proses diplomasi tersebut.
Keduanya menyebut bahwa keputusan terkait lokasi dan waktu perundingan tengah difinalisasi, meski belum diumumkan secara resmi.
Di tengah situasi yang masih memanas, pemerintah AS tetap menunjukkan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa komunikasi antara kedua negara masih berlangsung aktif dan menunjukkan perkembangan positif.
Ia juga mengindikasikan bahwa pertemuan tatap muka berikutnya kemungkinan besar kembali digelar di Islamabad, yang sebelumnya telah menjadi lokasi perundingan awal.
Pakistan hingga saat ini disebut berperan sebagai mediator utama dalam proses negosiasi antara kedua negara.
Langkah lanjutan ini dinilai sebagai sinyal penting di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia, yang berpotensi mengganggu stabilitas regional.
Situasi di Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama. Jalur distribusi energi global tersebut dilaporkan mengalami penurunan aktivitas, seiring meningkatnya ancaman keamanan.
Iran disebut telah membatasi aktivitas pelayaran, sementara AS memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan diplomatik.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan bahwa keberlanjutan gencatan senjata sangat bergantung pada pembukaan penuh Selat Hormuz.
Dari pihak Iran, laporan media pemerintah menyebut bahwa Teheran telah menghentikan sementara ekspor petrokimia, yang semakin menambah tekanan dalam dinamika konflik.
Putaran pertama negosiasi yang berlangsung sebelumnya berjalan intensif selama lebih dari 20 jam, namun belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Pembicaraan tersebut melibatkan sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk JD Vance, Steve Witkoff, dan Jared Kushner.
Sementara itu, Gedung Putih juga membantah laporan yang menyebutkan adanya permintaan resmi dari AS untuk memperpanjang masa gencatan senjata yang akan segera berakhir.
Seorang pejabat senior AS menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan resmi terkait perpanjangan tersebut, meskipun komunikasi dengan Iran masih terus berjalan.
Perkembangan negosiasi ini akan menjadi penentu penting bagi stabilitas kawasan, terutama terkait keamanan jalur energi global dan potensi deeskalasi konflik di Timur Tengah.
