Jakarta, lajunetwork.id – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menilai Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memiliki pengalaman yang memadai untuk memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji setelah DPR RI menyetujui Suyudi sebagai Kapolri dalam rapat paripurna, Kamis (1/10/2026). Persetujuan itu sekaligus mengesahkan pergantian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri.
Menurut Sarmuji, perjalanan karier Suyudi di lingkungan kepolisian menjadi salah satu pertimbangan yang membuatnya dinilai layak memimpin institusi tersebut.
Suyudi diketahui memiliki pengalaman di bidang reserse dan penyidikan sebelum menduduki sejumlah jabatan strategis di kepolisian. Ia juga pernah memimpin satuan kewilayahan, menjadi Wakil Kepala Polda Metro Jaya, serta menjabat Kepala Polda Banten. Setelah itu, Suyudi dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus 2025.
Sarmuji mengatakan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Suyudi tidak hanya memiliki latar belakang sebagai penyidik, tetapi juga mempunyai pengalaman dalam memimpin organisasi dan menangani persoalan keamanan di berbagai tingkatan.
Ia mencontohkan ketika Suyudi menjabat Kapolda Banten. Menurut Sarmuji, Suyudi menunjukkan sikap tegas terhadap anggota yang diduga tidak menjalankan tugas secara profesional, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Sarmuji, ketegasan dalam menjaga profesionalisme internal merupakan salah satu hal yang dibutuhkan dalam kepemimpinan Polri.
Pengalaman Suyudi selama memimpin BNN juga dinilai memberikan bekal dalam menghadapi kejahatan yang memiliki jaringan lintas negara. Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah penangkapan buronan internasional yang berkaitan dengan kasus penyelundupan sekitar dua ton sabu.
Buronan tersebut ditangkap di Kamboja melalui koordinasi antara aparat Indonesia dengan pihak terkait di negara tersebut. BNN sebelumnya menyebut penangkapan itu merupakan bagian dari upaya mengejar pelaku yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas negara.
Sarmuji menilai pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi Suyudi ketika memimpin Polri, khususnya dalam menghadapi peredaran narkotika dan bentuk kejahatan transnasional lainnya.
Di sisi lain, Sarmuji menyampaikan apresiasi terhadap Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memimpin Polri sejak 2021. Ia berharap pergantian kepemimpinan tersebut dapat menjadi momentum bagi institusi Polri untuk melanjutkan pembenahan organisasi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas dan soliditas Polri serta memperkuat kerja sama dengan TNI dan berbagai unsur masyarakat.
Sementara itu, DPR melalui rapat paripurna telah menyetujui pengangkatan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Dalam rapat yang berlangsung Kamis, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta persetujuan anggota dewan atas pengangkatan Suyudi, yang kemudian disahkan melalui ketukan palu.
