Namrole, lajunetwork.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buru Selatan bersama Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Dinas Kesehatan menggelar aksi sosial berupa pembagian masker dan vitamin C kepada masyarakat di Kota Namrole, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aksi kemanusiaan tersebut menyasar warga yang beraktivitas di tiga lokasi keramaian di pusat Kota Namrole, yakni Perempatan Statistik, Bundaran Kota Namrole, dan kawasan pasar.
Ketua PMI Kabupaten Buru Selatan, Husen Souwakil, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah potensi penurunan kualitas udara akibat kabut asap.
“Pada hari ini, 17 Oktober, PMI Buru Selatan bersama Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Buru Selatan melaksanakan pembagian masker dan vitamin C sebagai langkah untuk menjaga dan mengantisipasi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap,” ujar Husen saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, distribusi masker dan vitamin C dilakukan secara bertahap di ketiga titik yang telah ditentukan. Hingga Sabtu pagi, tim pelaksana telah menuntaskan pembagian bantuan di lokasi kedua dan melanjutkan kegiatan sesuai rencana.
Menurut Husen, selain memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya melindungi kesehatan, khususnya sistem pernapasan, ketika kualitas udara berpotensi memburuk.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Buru Selatan, Siti Rahma Mahulauw, menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah awal organisasinya dalam memperkuat peran sosial di tengah masyarakat setelah terbentuk melalui Konferensi Cabang (Konfercab) kedua sekitar dua pekan sebelumnya.
Siti Rahma mengatakan keterlibatan Fatayat NU dalam aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mengambil peran dalam upaya pencegahan dampak kabut asap sekaligus membangun kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan, kerja sama dengan PMI dan Dinas Kesehatan menjadi momentum penting untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Ini merupakan langkah awal dari kami karena organisasi kami baru terbentuk melalui Konferensi Cabang kedua sekitar dua minggu lalu. Tema kami adalah meneguhkan peran perempuan muda Nahdlatul Ulama dalam membangun daerah Buru Selatan,” kata Siti Rahma.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Fatayat NU Buru Selatan berkomitmen memperluas kolaborasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi warga.
Pembagian masker dan vitamin C ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, terutama ketika terdapat potensi gangguan kualitas udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan.
Melalui kolaborasi antara PMI Buru Selatan, Fatayat NU, dan Dinas Kesehatan, upaya edukasi kesehatan serta pencegahan risiko akibat kabut asap diharapkan semakin menjangkau masyarakat.
Sinergi lintas organisasi tersebut juga menjadi langkah untuk memperkuat kepedulian sosial dan mendorong partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kesehatan publik di Kabupaten Buru Selatan.
