Gavriel juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data nasional, jutaan masyarakat Indonesia masih terlibat penyalahgunaan narkoba dan kemunculan berbagai jenis narkotika baru menjadi tantangan serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum.
Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Gavriel menegaskan komitmen DPR RI dalam mendukung penguatan regulasi, pengawasan ruang digital, serta program edukasi masyarakat guna menekan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
“Kita harus membangun ketahanan digital masyarakat. Anak-anak muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun konten negatif di internet,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini. Menurutnya, komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari pengaruh negatif pergaulan dan ruang digital.
Turut hadir sebagai narasumber, Wildan Hakim, yang menjelaskan bahwa narkoba sering kali hadir dengan pendekatan manipulatif yang tampak menyenangkan bagi anak muda. Ia menyebut narkoba sebagai “jebakan kebahagiaan semu” yang merusak sistem emosi dan kesehatan mental penggunanya secara perlahan.
Wildan juga menyoroti maraknya mitos di masyarakat yang menganggap narkoba dapat meningkatkan kreativitas atau membantu menghilangkan stres. Padahal, menurutnya, efek tersebut hanya bersifat sementara dan justru menjadi pintu masuk menuju kerusakan fisik serta psikologis yang lebih serius.
Sementara itu, Resti MPPS menekankan bahwa perkembangan teknologi digital membuat pola distribusi narkoba semakin sulit diawasi. Ia menjelaskan bahwa banyak transaksi narkoba kini dilakukan melalui media sosial dan grup percakapan tertutup dengan menggunakan istilah atau kode tertentu.
Resti juga mengingatkan bahwa generasi muda menjadi sasaran utama jaringan narkoba karena tingginya rasa ingin tahu dan lemahnya pengawasan lingkungan sosial. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan edukasi anti-narkoba melalui keluarga, sekolah, komunitas, dan media digital secara berkelanjutan.
Webinar yang dipandu oleh MC Fitrotul Uyun dan dimoderatori oleh Aher Budiantoro tersebut berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas digital, hingga masyarakat umum.
Diskusi berkembang pada pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam memerangi narkoba melalui penguatan literasi digital, lingkungan sosial yang sehat, serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan hiburan dari DG Band yang menambah suasana hangat dan interaktif selama kegiatan berlangsung.
Melalui webinar ini, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap masyarakat semakin memahami bahwa pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Dengan penguatan literasi digital, edukasi yang berkelanjutan, serta keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, Indonesia diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkoba.
