Jakarta, lajunetwork.id – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, yang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, utusan khusus presiden, serta pimpinan lembaga negara. Sidang tersebut digelar sebagai momentum evaluasi kinerja pemerintahan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan memasuki dua tahun masa pemerintahan.
Dalam arahannya, Prabowo mengatakan evaluasi diperlukan untuk mengukur capaian berbagai program pemerintah sekaligus mengidentifikasi kebijakan yang masih perlu dipercepat penyelesaiannya.
“Menjelang dua tahun kita telah bekerja sangat keras, sangat padat. Dengan bekerja sangat keras dan padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam dua tahun pertama kita,” kata Prabowo.
Presiden menilai pemerintah telah bekerja di tengah situasi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tetap fokus menjalankan tugas dan tidak gentar menghadapi berbagai persoalan nasional.
Prabowo menegaskan evaluasi tersebut bukan untuk membandingkan capaian pemerintahannya dengan pemerintahan sebelumnya ataupun mencari pihak yang harus disalahkan. Menurut dia, setiap pemerintahan memiliki tantangan yang berbeda sesuai dengan kondisi zamannya.
Ia mengatakan para menteri dan pimpinan lembaga telah menerima mandat untuk menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, mulai dari kesejahteraan guru, terbatasnya kesempatan kerja, kemiskinan ekstrem, hingga ketimpangan ekonomi.
Menurut Prabowo, berbagai persoalan tersebut merupakan amanah yang harus diselesaikan pemerintah. Namun, dalam pelaksanaannya, ia mengakui sejumlah tantangan yang dihadapi ternyata lebih besar dibandingkan perkiraan awal.
Presiden juga menyoroti masih adanya distorsi dalam perekonomian nasional yang dipicu praktik perdagangan tidak sehat. Karena itu, pemerintah, kata dia, berkewajiban menutup berbagai kebocoran yang merugikan kepentingan negara dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengklaim pemerintah telah menyelesaikan 108 persoalan strategis selama lebih dari satu tahun masa pemerintahannya. Ia menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja bersama seluruh jajaran kabinet.
“Hitungan terakhir, ada 108 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil,” ujarnya.
Meski menyampaikan apresiasi terhadap kinerja kabinet, Prabowo mengingatkan seluruh pembantunya agar tidak cepat berpuas diri. Ia meminta para menteri tetap rendah hati dan terus bekerja meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita tidak mau menepuk-nepuk dada, kita tidak mau dan tidak boleh besar kepala dan tidak boleh sombong. Itu watak kita sebenarnya ojo dumeh. Kalau kita berprestasi harus kita akui kalau kita berprestasi,” kata Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden juga menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Menurut dia, kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan pangan rakyat menjadi indikator penting kekuatan sebuah bangsa.
Prabowo mengatakan ketahanan pangan harus didukung oleh ketersediaan air, lahan pertanian yang produktif, pupuk dengan harga terjangkau, serta kebijakan yang mampu menjamin akses masyarakat terhadap pangan bergizi.
Selain ketahanan pangan, sidang kabinet turut membahas sejumlah program prioritas pemerintah, di antaranya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, pemanfaatan panel interaktif digital di sekolah, penguatan sektor energi, peningkatan investasi, pengembangan koperasi desa, serta program pembangunan perumahan bagi masyarakat.
Presiden menyatakan hasil evaluasi dan capaian pemerintah selama lebih dari satu tahun terakhir akan dirangkum dalam laporan resmi yang akan disampaikan kepada publik menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
