Jakarta, lajunetwork.id – Presiden Prabowo Subianto menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memiliki posisi strategis dalam pemerintahan. Selain sebagai anggota Kabinet Merah Putih, Bahlil disebut Prabowo juga merupakan mitra politik karena memimpin Partai Golkar.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat.
“Beliau tidak hanya anak buah. Dia menteri tapi juga mitra. Karena dia ketua umum partai yang besar,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, hubungan kemitraan antartokoh dan kekuatan politik merupakan bagian penting dalam menjalankan kehidupan bernegara. Ia menekankan pentingnya membangun kerja sama dan mengutamakan kepentingan bersama dalam menjalankan pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut memberikan apresiasi terhadap kinerja jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Ia secara khusus menyinggung peran sektor energi dan sumber daya mineral yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Bahlil.
Prabowo mengatakan ketahanan pangan dan energi harus menjadi perhatian utama pemerintah. Kedua sektor tersebut dinilai semakin strategis karena Indonesia menghadapi dinamika serta ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Pemerintah, lanjut dia, terus mendorong tercapainya swasembada pangan. Di sektor energi, pemerintah juga berupaya meningkatkan pengelolaan sumber daya sekaligus memastikan kebijakan yang diterapkan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.
Prabowo menilai berbagai program dan capaian pemerintah tidak dapat dilepaskan dari kerja bersama seluruh jajaran kabinet. Menurutnya, para menteri perlu memiliki keberanian dan kepercayaan diri dalam mengambil langkah yang berpihak pada kepentingan rakyat.
“Ini juga akibat kerja sama yang baik, kerja keras yang baik. Keberanian oleh hampir semua menteri saya lihat, percaya diri, orientasi kepada kebenaran, orientasi kepada rakyat, kita akan bergerak lebih cepat lagi,” kata Prabowo.
Presiden berharap soliditas dan kerja sama antara pemerintah dengan berbagai kekuatan politik dapat terus dijaga. Dengan kolaborasi tersebut, pemerintah optimistis pelaksanaan berbagai agenda pembangunan dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
