Jakarta, lajunetwork.id – Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya jagung serentak kuartal II tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Sabtu. Kegiatan tersebut digelar di lahan pertanian binaan Polri yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Presiden Prabowo tiba di Tuban setelah sebelumnya melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Nganjuk untuk meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kedatangan Presiden disambut oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo beserta jajaran pejabat Mabes Polri.
Dalam agenda tersebut, Presiden didampingi oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Presiden menerima laporan mengenai perkembangan lahan pertanian jagung binaan Polri, termasuk penggunaan pupuk khusus dan benih jagung hibrida yang diterapkan di area pertanian tersebut.
Selain meninjau area panen, Presiden juga mengunjungi sejumlah stan yang menampilkan inovasi Polri dalam budidaya jagung serta pengolahan hasil panen. Setelah itu, Kepala Negara mengikuti acara utama dan mendengarkan laporan resmi dari Kapolri.
Panen raya di Tuban menjadi agenda ketiga Presiden Prabowo dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyaksikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 166 SPPG yang dikelola Polri.
Dalam program panen raya jagung kuartal II/2026 ini, sebanyak 36 polda terlibat dengan total luas lahan mencapai 189.760,36 hektare. Dari total tersebut, lahan yang dipanen secara serentak pada hari ini mencapai 1.608,76 hektare.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa potensi produksi jagung pada periode kuartal II/2026 diperkirakan mencapai 1,23 juta ton. Dari total hasil panen tersebut, sebanyak 100 ton jagung direncanakan untuk diekspor ke Malaysia.
Polda Jawa Timur menjadi wilayah dengan lahan pertanian jagung terbesar dalam panen raya kali ini, yakni seluas 650,56 hektare. Sementara total lahan binaan Polda Jawa Timur selama kuartal II/2026 mencapai 43.201,82 hektare.
Selain panen raya, Polri juga memulai pembangunan 10 gudang ketahanan pangan dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton. Gudang-gudang tersebut tersebar di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
Sementara itu, sebanyak 166 SPPG Polri mulai beroperasi di berbagai daerah, di antaranya di Aceh, Bali, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, Metro Jaya, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi antara pemerintah dan Polri, sekaligus mendorong peningkatan produksi jagung nasional dan distribusi hasil panen ke pasar domestik maupun ekspor.
