Jakarta, lajunetwork.id – Rizky Maulana resmi mendapat mandat memimpin Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode 2026–2031.
Mandat tersebut diberikan dalam Musyawarah Besar (Mubes) V BMK 1957 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 9 Agustus 2026. Rizky dipilih melalui kesepakatan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BMK 1957 yang hadir dalam forum tersebut.
Usai terpilih, Rizky mengajak seluruh pengurus dan kader BMK 1957 kembali memperkuat persatuan serta konsolidasi organisasi. Menurut dia, berakhirnya Mubes menjadi awal untuk menjalankan mandat dan agenda organisasi selama lima tahun ke depan.
“Mubes telah selesai, mandat telah diberikan. Saatnya seluruh kader kembali bersatu untuk memperkuat konsolidasi, dan bergerak bersama membangun BMK yang semakin solid, progresif, dan berdaya guna bagi bangsa dan negara,” kata Rizky dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Rizky menekankan konsolidasi perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Penguatan struktur organisasi dan kaderisasi menjadi salah satu agenda yang akan didorong selama masa kepemimpinannya.
Ketua Panitia Pelaksana Mubes V BMK 1957 Mahardika Soemantri mengatakan forum tersebut tidak hanya menghasilkan keputusan terkait kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan kader.
Menurut Mahardika, seluruh rangkaian Mubes berlangsung tertib dan mengedepankan semangat kebersamaan. Ia mengapresiasi jajaran DPD BMK 1957 dari berbagai daerah yang mengikuti proses musyawarah hingga selesai.
“Keberhasilan Mubes V bukan hanya ditandai dengan terpilihnya Ketua Umum, tetapi juga oleh bagaimana seluruh rangkaian proses dapat berjalan secara tertib, demokratis, penuh kekeluargaan, dan menghasilkan kesepakatan bersama,” ujar Mahardika.
Forum tersebut juga menjadi ajang bagi kader BMK 1957 untuk menyatukan visi dan membahas arah organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan kepemudaan dan kebangsaan.
Dengan terpilihnya Rizky, BMK 1957 diharapkan dapat memperkuat proses kaderisasi sekaligus memperluas kontribusi organisasi di tengah masyarakat.
Kader muda didorong tidak hanya memiliki kemampuan kepemimpinan, tetapi juga wawasan kebangsaan dan kepedulian terhadap pembangunan nasional.
Panitia Mubes berharap kepemimpinan baru dapat membawa energi baru bagi BMK 1957 serta menjaga kesinambungan organisasi di tingkat nasional maupun daerah.
Konsolidasi struktur, penguatan kaderisasi, dan penyatuan visi menjadi modal penting bagi BMK 1957 untuk menjalankan agenda organisasi periode 2026–2031.
