Maybrat, lajunetwork.id – Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaporkan tiga orang yang diduga merupakan anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak tembak dengan personel gabungan TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat.
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.25 WIT di kawasan hutan di sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur.
Kontak tembak berlangsung saat personel gabungan melaksanakan patroli penindakan terhadap kelompok bersenjata yang disebut TNI sebagai OPM Kodap IV/Sorong Raya.
Menurut Riyanto, operasi tersebut melibatkan Tim Patroli Gabungan Denkul 4/Satgas Rajawali V bersama Satgas Yonif 9 Marinir. Kelompok yang menjadi sasaran operasi itu disebut dipimpin oleh Manfret Fatem.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, satu dari tiga orang yang dilaporkan tewas diduga telah teridentifikasi sebagai Manfret Fatem, yang menurut keterangan TNI menjabat sebagai Komandan Operasi (Danops) OPM Kodap IV/Sorong Raya.
Sementara itu, identitas dua korban lainnya masih dalam proses verifikasi. Berdasarkan informasi awal yang disampaikan Riyanto, kedua orang tersebut diduga bernama Yesias Fatem dan Antonius Assem, yang dikenal dengan alias Anton Fatem.
Yesias Fatem disebut menjabat sebagai Komandan Batalyon Mosata, sedangkan Antonius Assem alias Anton Fatem diduga merupakan Komandan Batalyon Ayosami dalam struktur kelompok tersebut.
Riyanto menegaskan bahwa pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan identitas serta keterlibatan kedua korban dalam kelompok bersenjata tersebut.
Setelah kontak tembak berakhir, personel gabungan TNI mengamankan lokasi dan melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan susulan. Ia juga menyatakan tidak ada anggota TNI yang dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut.
Dalam operasi itu, aparat turut mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi kejadian. Barang-barang tersebut meliputi satu pucuk senjata api jenis AK-101, 30 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, sejumlah amunisi kaliber 9 milimeter, serta dua unit telepon seluler.
Petugas juga menemukan sejumlah atribut yang dikaitkan dengan kelompok OPM, termasuk bendera Bintang Kejora, satu dokumen OPM, dan perlengkapan lainnya.
Riyanto menyatakan bahwa pelaksanaan operasi pengamanan wilayah dilakukan secara profesional dan terukur dengan mengacu pada ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku.
Ia menambahkan, upaya pengamanan akan terus dilaksanakan untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari dampak aksi kekerasan di wilayah tersebut.
Selain mengandalkan operasi keamanan, Koops TNI Habema juga menjalankan pendekatan dialog dan pembinaan teritorial serta membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Menurut Riyanto, langkah-langkah tersebut bertujuan menciptakan situasi yang kondusif agar warga dapat menjalankan kegiatan sehari-hari, mulai dari pendidikan dan pelayanan kesehatan hingga aktivitas ekonomi, tanpa terganggu persoalan keamanan.
Koops TNI Habema menyatakan informasi lanjutan mengenai hasil operasi, kepastian identitas dua korban lainnya, dan perkembangan situasi keamanan di Maybrat akan disampaikan setelah proses verifikasi serta pendalaman selesai dilakukan.
