Jakarta, lajunetwork.id – Prajurit Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyalurkan bantuan logistik seberat dua ton kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan krisis pangan di tiga distrik di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Bantuan tersebut didistribusikan pada Sabtu (1/8) kepada warga di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi. Proses penyaluran menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca pegunungan yang berubah-ubah hingga medan terjal yang sulit diakses.
Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan mengatakan keberhasilan penyaluran bantuan tidak terlepas dari kerja sama dan dedikasi personel di lapangan serta dukungan pemerintah daerah setempat.
Menurut Stefie, misi tersebut bukan hanya berkaitan dengan pengiriman bantuan, tetapi juga membutuhkan ketahanan fisik dan keberanian para prajurit. Keterbatasan akses transportasi menuju wilayah terdampak membuat sebagian logistik harus dibawa secara manual dengan berjalan kaki.
Kondisi geografis menjadi salah satu kendala utama dalam proses distribusi. Keterbatasan titik pendaratan pesawat menyebabkan bantuan harus diturunkan di lokasi yang berjarak puluhan kilometer dari sejumlah kampung tujuan.
Dari titik tersebut, prajurit membawa logistik dengan berjalan kaki melewati lereng curam, lembah, sungai, serta jalur pegunungan yang licin. Perjalanan juga berlangsung dalam kondisi cuaca yang sulit diprediksi.
Kabut tebal, hujan, suhu rendah, hingga potensi longsor menjadi sejumlah tantangan yang harus dihadapi personel selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
Meski demikian, seluruh personel tetap melanjutkan perjalanan untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang telah menghadapi kekeringan dan kesulitan pangan selama beberapa bulan.
“Medan yang ekstrem, cuaca yang tidak menentu, dan keterbatasan akses tidak menjadi alasan bagi kami untuk berhenti. Kami memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Stefie.
Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok, antara lain beras, mi instan, gula, susu untuk bayi dan anak-anak, serta obat-obatan. Pengiriman logistik dilakukan melalui jalur udara untuk mempercepat akses menuju wilayah pegunungan yang relatif terisolasi.
Stefie menilai keberhasilan distribusi bantuan tersebut menjadi bentuk kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan dan krisis pangan.
“Kehadiran TNI bukan hanya sekadar keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kesulitan yang dihadapi masyarakat Papua,” katanya.
Sementara itu, Kepala Distrik Lambewi Lanius Wenda menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Koops TNI Habema kepada masyarakat di Agandugume, Oneri, dan Lambewi.
Lanius mengatakan masyarakat di tiga distrik tersebut telah mengalami kekeringan dan kelangkaan pangan sejak Juni 2026. Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan hasil panen menurun sehingga persediaan bahan makanan masyarakat semakin terbatas.
“Kami mewakili masyarakat Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI, khususnya Koops TNI Habema. Bantuan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan, terutama oleh bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak langsung oleh kekeringan dan krisis pangan.
“Sejak Juni hingga sekarang kami menghadapi kekeringan dan kesulitan pangan. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi bayi, anak-anak, dan keluarga terdampak. Kami berharap kepedulian seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna mengatakan distribusi dua ton logistik tersebut mencerminkan komitmen prajurit untuk tetap hadir dan membantu masyarakat meski harus menghadapi tantangan alam dan keterbatasan akses.
Ia berharap kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam menangani dampak kekeringan serta krisis pangan di wilayah pegunungan Papua.
Dengan berlanjutnya sinergi tersebut, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak diharapkan dapat terpenuhi dan kondisi sosial ekonomi warga dapat segera kembali pulih.
