Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai fondasi utama perekonomian nasional.
Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, ia menjelaskan bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5–6 persen, Indonesia membutuhkan penciptaan jutaan lapangan kerja. Hal ini menjadi semakin penting mengingat jumlah lulusan perguruan tinggi yang terus meningkat setiap tahun.
“Jadi ada dua cara berpikirnya, kita melihat ini sebagai tantangan saja, atau kita melihat ini sebagai potensi,” ujar Anindya.
Ia menambahkan, pendekatan terbaik dalam pengembangan AI di Indonesia adalah dengan memprioritaskan aplikasi yang relevan dengan kebutuhan domestik. Meski berbagai teknologi AI global telah tersedia, implementasinya perlu disesuaikan dengan karakteristik dan tantangan dalam negeri.
Menurut Anindya, keberhasilan penerapan AI sangat bergantung pada keterlibatan UMKM, mengingat sekitar 97 persen tenaga kerja Indonesia berasal dari sektor tersebut.
“AI itu hanya akan berhasil sebanyak kita menggerakkan teman-teman di UMKM,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti tren investasi yang masuk ke Indonesia. Pada kuartal I 2026, total investasi tercatat mencapai Rp498,8 triliun. Menariknya, sebagian besar investasi tersebut berasal dari proyek-proyek skala kecil dengan nilai rata-rata sekitar Rp1,5 miliar per proyek, bukan dari proyek besar.
Selain itu, sektor berbasis layanan dinilai memiliki potensi besar untuk terdampak sekaligus berkembang melalui adopsi AI. Beberapa sektor yang paling prospektif meliputi keuangan, kesehatan, dan pendidikan.
“Fokusnya pasti di finance, tapi juga sangat penting di kesehatan dan juga edukasi. Karena service industry itu yang paling gampang untuk di-disrupt, tapi juga paling gampang untuk berbuat innovation,” kata Anindya.
Dengan strategi yang tepat, Kadin optimistis pemanfaatan AI dapat menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat daya saing UMKM di era digital.
