Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) harus meningkatkan kecepatan kerja untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Amran saat menyambut Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa di lingkungan Kementan, Jakarta, Senin.
Amran mengatakan kehadiran Muhammad Saleh Mustafa, yang memiliki latar belakang Komando Pasukan Khusus (Kopassus), diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis sektor pertanian.
“Ini adalah amanah dari Bapak Presiden. Beliau itu Kopassus. Jadi, kalau sebelumnya speed-nya 150, sekarang menjadi 200. Kita harus lebih cepat lagi, sesuai perintah Bapak Presiden,” ujar Amran.
Menurut dia, peningkatan kecepatan kerja diperlukan untuk memastikan berbagai program pertanian dapat berjalan sesuai target. Seluruh jajaran Kementan diminta menjaga ritme kerja, memperkuat koordinasi, serta memastikan program yang telah dirancang dapat dilaksanakan secara cepat dan berkelanjutan.
Amran menilai tantangan pembangunan pertanian membutuhkan kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan berorientasi pada hasil. Karena itu, konsolidasi internal menjadi salah satu hal yang harus diperkuat untuk mendukung pencapaian target pemerintah di sektor pangan.
Amran optimistis kehadiran Muhammad Saleh Mustafa dapat memperkuat konsolidasi di lingkungan Kementan, terutama dalam mempercepat program strategis yang berkaitan dengan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Kami yakin pertanian akan lebih maju ke depan. Kita harus bekerja bersama, mempercepat program, dan memastikan keberlanjutannya. Kita ingin meninggalkan legacy yang baik bagi pertanian Indonesia,” katanya.
Selain menekankan produktivitas, Amran mengingatkan jajarannya agar tetap menjaga semangat pengabdian dan solidaritas di lingkungan kementerian.
Menurut dia, tuntutan kerja yang tinggi dan kedisiplinan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap seluruh pegawai. Termasuk, memastikan aparatur sipil negara (ASN) yang mengalami sakit mendapatkan perhatian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya untuk membantu menjalankan agenda pembangunan pertanian nasional.
Ia mengatakan amanah tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar Kementan dan para petani Indonesia.
“Sejatinya, amanah itu datangnya dari Allah SWT. Karena itu, saya dan keluarga mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri, serta seluruh keluarga besar Kementerian Pertanian,” ujar Saleh.
Saleh mengatakan pengalamannya saat bertugas sebagai Komandan Korem memberikan pemahaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan.
Salah satu persoalan yang pernah ditemuinya berkaitan dengan penyerapan gabah dan tata niaga hasil pertanian di lapangan.
Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi bekal untuk ikut mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi petani serta pelaku sektor pertanian.
Saleh menilai tantangan pembangunan pertanian tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Diperlukan kerja bersama, pemanfaatan teknologi, peningkatan kesejahteraan petani, serta optimalisasi seluruh sumber daya yang tersedia.
“Kalau kata Bapak Presiden, impossible menjadi possible. Sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, melalui ikhtiar dan kerja bersama, insya Allah bisa menjadi mungkin,” ujarnya.
Ia menegaskan kesiapannya mendukung program pemerintah di sektor pertanian, termasuk memperkuat pemanfaatan teknologi, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkokoh kedaulatan pangan nasional.
Kolaborasi antara Menteri dan Wakil Menteri Pertanian diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis sekaligus memastikan kebijakan pembangunan pertanian memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan masyarakat.
