Yogyakarta, lajunetwork.id – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan 20 unit gerobak kopi roda dua keliling atau Kopi Darling untuk memperluas promosi dan pemasaran kopi lokal dari sejumlah daerah penghasil di provinsi tersebut.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bantuan itu dikoordinasikan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY. Gerobak akan disalurkan kepada kabupaten yang memiliki sentra produksi kopi.
“Totalnya kami siapkan 20 unit. Sementara 10 unit akan dibagikan ke tiga kabupaten. Bantul tidak masuk karena memang belum memiliki produk kopi,” kata Made di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Sebanyak 10 unit dijadwalkan diserahkan pada Juli, sedangkan 10 unit sisanya akan didistribusikan pada Agustus. Penerima bantuan meliputi Kabupaten Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman.
Made menjelaskan, Kopi Darling dirancang menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi menjadi kedai kopi berjalan. Setiap unit dilengkapi perlengkapan penyeduhan, termasuk alat penggiling biji kopi (grinder) dan peralatan yang lazim digunakan barista.
“Jadi ada grinder kopinya, pokoknya seperti peralatan yang biasa digunakan barista,” ujarnya.
Pemerintah DIY berharap program tersebut dapat memperluas akses pemasaran bagi petani dan pelaku usaha kopi lokal. Selain meningkatkan penjualan, keberadaan gerobak kopi keliling juga diharapkan memperkuat citra produk kopi asli DIY di tengah masyarakat.
“Harapan kami, produk kopi lokal semakin dikenal masyarakat. Nanti kopinya bisa diracik langsung dengan peralatan yang ada di sepeda motor tersebut,” kata Made.
Ia menegaskan gerobak Kopi Darling diperuntukkan bagi promosi kopi hasil produksi daerah. Karena itu, penerima bantuan diminta menyajikan kopi lokal, bukan kopi instan atau kopi saset.
“Kalau membuat kopi, gunakan produk kopi lokal, bukan kopi instan atau saset, karena kualitas kopi kita tidak kalah enak,” ujarnya.
