Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengimbau seluruh instansi pemerintah memberikan fleksibilitas kerja kepada aparatur sipil negara (ASN) yang ingin mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.
Menurut Rini, kebijakan tersebut diharapkan dapat memberi ruang bagi ASN untuk mendampingi anak tanpa mengganggu pelaksanaan tugas maupun kualitas pelayanan publik.
“Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan,” kata Rini dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan pada Jumat (10 Juli). Surat itu ditujukan kepada para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di seluruh instansi pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui dukungan terhadap peran orang tua.
Melalui kebijakan tersebut, instansi diminta memberikan kesempatan kepada ASN yang memiliki anak di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, maupun pendidikan menengah untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah.
Rini menjelaskan, pengaturan fleksibilitas kerja mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah. Dengan demikian, pelaksanaannya tetap harus mempertimbangkan kelancaran tugas kedinasan dan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat.
Kebijakan itu juga mendukung pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026. Program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dalam proses pengasuhan anak.
Rini menilai kehadiran orang tua pada momen awal anak memasuki lingkungan sekolah memiliki arti penting bagi perkembangan psikologis mereka. Menurut dia, dukungan keluarga sejak dini dapat memberikan rasa aman dan mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
“Kehadiran seorang orang tua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang. Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua, terutama ayah, pada anak,” ujar Rini.
