Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berencana membahas pembangunan hunian dengan konsep transit oriented development (TOD) di Bogor, Jawa Barat, bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Maruarar mengatakan pertemuan dengan Direktur Utama KAI dan BRI akan membahas peluang pemanfaatan lahan milik KAI untuk pembangunan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.
“Saya sudah janjian sama Dirut KAI dan Dirut BRI, ada lahan di Bogor,” ujar Maruarar di Jakarta, Senin.
Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari pola kerja sama yang sebelumnya diterapkan dalam pembangunan hunian terjangkau di kawasan Manggarai, Jakarta. Proyek di Manggarai melibatkan KAI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.
“Kemarin itu KAI dan BTN, ini yang berikutnya di Bogor ada lahan KAI nanti dengan BRI,” kata Maruarar.
Maruarar sebelumnya menyatakan pemerintah ingin memperluas pembangunan hunian dengan konsep TOD ke sejumlah lokasi lain. Konsep tersebut mengintegrasikan tempat tinggal dengan akses transportasi umum sehingga penghuni dapat lebih mudah menjangkau pusat aktivitas tanpa bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.
Kementerian PKP juga memprioritaskan pembangunan rumah susun bersubsidi, terutama di wilayah perkotaan. Salah satu strategi yang ditempuh adalah memanfaatkan aset atau lahan milik negara yang tersedia.
Pemerintah juga memperoleh dukungan dari berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan rumah susun. Dukungan tersebut antara lain berupa program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR serta pemanfaatan lahan.
Model kerja sama di Manggarai menjadi salah satu contoh pemanfaatan aset negara untuk menyediakan hunian bagi masyarakat. Dalam proyek tersebut, KAI berperan melalui penyediaan lahan, sedangkan pembiayaan perumahan melibatkan BTN.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan bank tersebut menyiapkan fasilitas KPR bersubsidi dengan tenor hingga 40 tahun untuk hunian terjangkau di kawasan Manggarai.
Skema tersebut menggunakan suku bunga 6 persen hingga kredit lunas. Pembiayaan jangka panjang itu ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian di kawasan perkotaan dengan cicilan yang lebih terjangkau.
Nixon menyampaikan hal itu setelah acara groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta, Jumat, 18 September.
Menurut dia, tenor panjang dan kepastian suku bunga diharapkan memberikan kepastian pembiayaan bagi masyarakat yang membeli hunian di kawasan tersebut.
Rencana pembangunan TOD di Bogor selanjutnya masih berada pada tahap penjajakan. Pemerintah perlu membahas aspek lahan, pembiayaan, desain hunian, akses transportasi, serta kelompok masyarakat yang menjadi sasaran sebelum proyek dapat direalisasikan.
Jika terealisasi, pembangunan hunian berbasis TOD di Bogor akan menambah model pemanfaatan aset negara untuk penyediaan perumahan sekaligus mengintegrasikan kebutuhan tempat tinggal dengan jaringan transportasi publik.
