Mataram, lajunetwork.id – PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi potensi peningkatan konsumsi energi selama masa libur dan aktivitas masyarakat yang lebih tinggi dibanding hari biasa. Selain memastikan stok tersedia, Pertamina juga menyiagakan seluruh infrastruktur distribusi agar penyaluran energi tetap berjalan lancar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama untuk produk elpiji yang umumnya mengalami peningkatan permintaan saat momen perayaan keagamaan.
“Pada momen perayaan ini, produk elpiji menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, kami menyiapkan penyaluran fakultatif sebagai tambahan distribusi di luar penyaluran reguler,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Selasa.
Menurutnya, tambahan pasokan tersebut dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa mengganggu distribusi rutin yang telah berjalan.
Sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan, Pertamina Patra Niaga menyiapkan penyaluran fakultatif elpiji hingga 59 persen dari rata-rata penyaluran harian. Tambahan distribusi tersebut setara dengan sekitar 88.200 tabung elpiji untuk seluruh wilayah NTB.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan konsumsi yang kerap terjadi selama periode libur panjang dan perayaan keagamaan.
Pertamina optimistis jumlah tambahan pasokan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha kecil yang menggunakan elpiji sebagai sumber energi utama.
Selain memastikan ketersediaan elpiji, Pertamina juga memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di NTB.
Ahad menjelaskan bahwa perusahaan akan melakukan peningkatan stok atau build up stock sesuai kebutuhan di lapangan. Di samping itu, pengecekan sarana dan fasilitas SPBU dilakukan secara intensif untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga.
Pengawasan juga mencakup aspek kuantitas dan kualitas BBM atau yang dikenal dengan pemeriksaan Quantity and Quality (QQ), sehingga masyarakat dapat memperoleh produk yang sesuai standar.
“Pertamina tetap siaga di lapangan untuk memastikan distribusi BBM maupun elpiji berjalan lancar dan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan energinya,” katanya.
Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena stok energi telah dipastikan tersedia dalam jumlah yang cukup.
Ahad menegaskan bahwa pembelian yang tidak sesuai kebutuhan justru berpotensi mengganggu kelancaran distribusi dan menciptakan kekhawatiran yang tidak perlu di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, khususnya elpiji. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya karena hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pertamina juga kembali mengingatkan pentingnya penggunaan elpiji sesuai peruntukannya. Elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram ditujukan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro yang berhak menerima subsidi dari pemerintah.
Sementara itu, masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik diimbau menggunakan produk elpiji nonsubsidi seperti Bright Gas agar subsidi energi dapat tepat sasaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan elpiji sesuai dengan segmentasinya. Elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi, sedangkan masyarakat mampu diharapkan menggunakan Bright Gas,” kata Ahad.
Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait ketersediaan produk maupun layanan Pertamina, perusahaan menyediakan layanan Pertamina Call Center yang dapat diakses melalui nomor 135.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan pelanggan untuk menyampaikan pertanyaan, keluhan, maupun laporan terkait distribusi BBM dan elpiji selama masa libur Tahun Baru Islam.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, Pertamina berharap masyarakat NTB dapat menjalankan aktivitas dan merayakan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi.
