Palangka Raya, lajunetwork.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana merevitalisasi hampir 100 sekolah di Kalimantan Tengah pada 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik di berbagai daerah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah, Reza Prabowo, mengatakan program revitalisasi sekolah menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan di provinsi tersebut.
“Program ini menjadi salah satu perhatian besar pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah,” ujar Reza Prabowo di Palangka Raya, Rabu.
Meski demikian, jumlah pasti sekolah yang akan menerima program revitalisasi masih menunggu hasil akhir proses verifikasi dan validasi yang dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah. Hasil final diperkirakan mulai diketahui pada Juli 2026.
Menurut Reza, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, kata dia, telah menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyinergikan program revitalisasi dengan berbagai kebijakan pendidikan yang telah berjalan di daerah.
Saat ini, proses verifikasi dan validasi terhadap sekolah-sekolah yang diusulkan sebagai penerima bantuan masih berlangsung. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan sekolah yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Disdik Kalteng berharap jumlah sekolah yang mendapatkan revitalisasi dapat terus bertambah, khususnya untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Khusus (SKH). Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong agar perhatian terhadap sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) semakin ditingkatkan.
“Kami harap jumlah sekolah yang mendapat revitalisasi nantinya terus bertambah, terutama jenjang SMA/SMK/SKH di Kalimantan Tengah. Tetapi, kami juga berharap perhatian pemerintah terhadap jenjang SD dan SMP semakin meningkat,” kata Reza.
Program revitalisasi sekolah tersebut direncanakan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Penentuan sekolah penerima dilakukan berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang kemudian dipadukan dengan data dari platform pendidikan daerah, Pena Kalteng.
Melalui integrasi data tersebut, pemerintah dapat memetakan kondisi sekolah secara lebih akurat, termasuk tingkat kerusakan bangunan dan kebutuhan prioritas yang harus segera ditangani.
Reza menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan dengan mengelompokkan kondisi sekolah berdasarkan kategori kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas penerima program revitalisasi.
Selain fokus pada perbaikan ruang belajar dan infrastruktur utama sekolah, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap aspek pendukung lainnya, seperti kebersihan lingkungan dan fasilitas sanitasi.
“Selain ruang belajar, perhatian pemerintah juga diarahkan pada kebersihan dan sanitasi sekolah,” ujarnya.
Program revitalisasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan sehat bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, kualitas layanan pendidikan di Kalimantan Tengah diharapkan semakin meningkat dan mampu mendorong pemerataan akses pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah provinsi tersebut.
