Rio de Janeiro, lajunetwork.id – Tim Nasional Brasil menunjukkan kesiapan mereka menghadapi putaran final Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 6-2 atas Panama dalam laga persahabatan internasional di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin dini hari waktu Indonesia.
Pertandingan tersebut menjadi bagian dari persiapan terakhir kedua tim sebelum tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain menjadi ajang pemanasan, laga ini juga dimanfaatkan pelatih Brasil Carlo Ancelotti untuk menguji kedalaman skuad melalui rotasi besar-besaran sepanjang pertandingan.
Brasil langsung memberikan tekanan sejak peluit awal dibunyikan. Tim berjuluk Selecao itu hanya membutuhkan waktu satu menit untuk membuka keunggulan melalui Vinicius Junior.
Gol berawal dari keberhasilan pemain Brasil merebut bola di area permainan Panama. Vinicius yang menerima umpan langsung melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Panama, Orlando Mosquera.
Keunggulan cepat tersebut sempat membuat pertandingan diprediksi berjalan mudah bagi tuan rumah. Namun Panama mampu memberikan perlawanan dan berhasil menyamakan kedudukan beberapa menit kemudian.
Gol balasan Panama tercipta melalui situasi bola mati. Tendangan bebas yang dilepaskan pemain Panama membentur Matheus Cunha yang berada dalam pagar hidup, sehingga arah bola berubah dan mengecoh penjaga gawang Brasil, Alisson Becker. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Setelah kebobolan, Brasil kembali mengambil alih jalannya pertandingan dengan menguasai penguasaan bola dan terus menekan pertahanan lawan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun baru pada menit ke-39 mereka mampu kembali unggul.
Gol kedua Brasil lahir dari kerja sama apik antara Vinicius Junior dan Casemiro. Umpan silang Vinicius berhasil disambut sundulan Casemiro yang menggetarkan gawang Panama. Gol tersebut sempat ditinjau wasit melalui pengecekan posisi offside sebelum akhirnya disahkan.
Keunggulan 2-1 untuk Brasil bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti melakukan perubahan besar dengan mengganti 10 pemain sekaligus. Hanya Leo Pereira yang tetap berada di lapangan dari susunan pemain babak pertama.
Meski melakukan rotasi hampir total, permainan Brasil justru semakin agresif. Pergantian pemain memberikan energi baru yang membuat pertahanan Panama kesulitan mengimbangi intensitas permainan tuan rumah.
Gol ketiga Brasil lahir pada menit ke-53 melalui Rayan. Gol tersebut bermula dari kesalahan fatal kiper Panama, Orlando Mosquera, yang gagal mengalirkan bola dengan baik saat membangun serangan dari belakang.
Bola yang salah oper kemudian direbut Rayan yang tanpa ragu melepaskan tendangan jarak jauh ke arah gawang kosong. Brasil pun memperlebar keunggulan menjadi 3-1.
Dominasi Brasil terus berlanjut. Pada menit ke-63, Lucas Paqueta mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan celah di lini belakang Panama. Tidak lama berselang, Brasil kembali mendapat peluang emas melalui titik penalti yang sukses dieksekusi Igor Thiago.
Dua gol dalam rentang waktu singkat tersebut membuat Brasil unggul telak 5-1 dan semakin mengendalikan jalannya pertandingan.
Memasuki fase akhir laga, Danilo Oliveira ikut menambah penderitaan Panama. Pemain Botafogo itu mencetak gol keenam Brasil pada menit ke-81 setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan lawan.
Panama sempat memperkecil ketertinggalan tiga menit kemudian melalui tendangan jarak jauh Carlos Harvey yang tidak mampu dijangkau penjaga gawang Brasil. Namun gol tersebut tidak mengubah hasil akhir pertandingan.
Laga berakhir dengan kemenangan meyakinkan 6-2 untuk Brasil.
Hasil positif ini menjadi modal berharga bagi Carlo Ancelotti dalam mempersiapkan timnya menghadapi Piala Dunia 2026. Selain menunjukkan produktivitas lini serang, pertandingan tersebut juga memberikan gambaran mengenai kualitas pemain pelapis yang mampu tampil efektif saat diberi kesempatan bermain.
Sebelum memulai perjuangan di Piala Dunia, Brasil masih akan menjalani satu laga uji coba terakhir melawan Mesir pada 7 Juni mendatang. Sementara Panama dijadwalkan menghadapi Republik Dominika beberapa hari sebelumnya.
Pada putaran final Piala Dunia 2026, Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Sebagai pemegang lima gelar juara dunia, Selecao kembali menjadi salah satu tim yang difavoritkan untuk melangkah jauh di turnamen tersebut.
Sementara itu, Panama akan menghadapi tantangan berat di Grup L yang dihuni Inggris, Kroasia, dan Ghana. Bagi Panama, keikutsertaan di Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan perkembangan sepak bola mereka di panggung internasional.
Kemenangan telak atas Panama sekaligus menegaskan bahwa Brasil tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Di bawah arahan Carlo Ancelotti, tim Samba menunjukkan kombinasi antara pengalaman dan regenerasi yang menjanjikan menjelang persaingan ketat di Piala Dunia tahun depan.
