Jakarta, lajunetwork.id – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama dalam penanganan gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di NTT. Dasco mengimbau masyarakat yang berada di kawasan terdampak untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah serta informasi resmi mengenai kondisi kebencanaan.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, serta pemerintah daerah,” kata Dasco dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut Dasco, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah menjadi rujukan penting bagi masyarakat dalam menentukan langkah keselamatan setelah gempa.
Ia juga menyatakan pimpinan DPR RI akan mendorong koordinasi dengan alat kelengkapan dewan, terutama komisi yang berkaitan dengan penanganan bencana dan kebutuhan masyarakat.
Koordinasi juga akan melibatkan anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT. Langkah tersebut ditujukan agar kebutuhan warga terdampak dapat segera dipetakan dan ditindaklanjuti.
“Sebagai pimpinan DPR RI, saya akan mendorong koordinasi dengan komisi terkait dan anggota DPR dari daerah terdampak agar kebutuhan masyarakat, mulai dari evakuasi, layanan kesehatan, logistik hingga pemulihan fasilitas, dapat segera ditangani,” ujar Dasco.
Dasco mengatakan penanganan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan evakuasi warga. Pemerintah juga perlu memastikan tersedianya layanan kesehatan, kebutuhan logistik, serta pemulihan fasilitas yang mengalami kerusakan.
Ia menyampaikan keprihatinan atas bencana yang terjadi dan berharap masyarakat yang terdampak mendapatkan perlindungan serta bantuan yang diperlukan.
“Saya menyampaikan duka dan keprihatinan atas gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur. Semoga seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan,” kata Dasco.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pemantauan terhadap dampak gempa melalui Stasiun Geofisika Kupang. Pemantauan juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan pemantauan awal menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan akibat guncangan gempa.
Beberapa bagian tembok rumah sederhana dilaporkan roboh di wilayah Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah fasilitas umum dan bangunan lainnya. Di antaranya fasilitas Pelabuhan Maumere serta bangunan Hotel Jayakarta di kawasan Bajo.
Data mengenai dampak gempa masih terus dihimpun oleh pihak berwenang. Pemerintah daerah bersama lembaga terkait diharapkan dapat melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus kebutuhan warga di wilayah terdampak.
Di tengah proses pendataan tersebut, masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi dari lembaga resmi dan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Prioritas penanganan saat ini adalah memastikan keselamatan warga, melakukan evakuasi apabila diperlukan, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta memastikan fasilitas vital yang mengalami kerusakan dapat segera ditangan
