Jakarta, lajunetwork.id – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna Daan Mogot, Tangerang, Banten, Selasa.
Berdasarkan keterangan Kantor Staf Presiden (KSP), ziarah tersebut dilakukan setelah Dudung dan Agus menghadiri peringatan Hari Anak Nasional di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang.
Dalam kegiatan itu, keduanya menggelar doa bersama dan menaburkan bunga di makam RM Soebianto Djojohadikoesoemo dan RM Soejono Djojohadikoesoemo. Keduanya merupakan paman Presiden Prabowo Subianto.
RM Soebianto dan RM Soejono merupakan taruna Akademi Militer Tangerang yang gugur dalam Peristiwa Lengkong pada 25 Januari 1946. Mereka tewas bersama Mayor Daan Mogot dan sejumlah taruna lainnya ketika menjalankan misi pelucutan senjata pasukan Jepang.
Dudung mengatakan TMP Taruna Daan Mogot memiliki nilai sejarah penting karena menjadi tempat peristirahatan terakhir para taruna dan perwira yang gugur dalam peristiwa tersebut.
Menurut dia, ziarah ke makam para pahlawan juga menjadi bagian dari tradisi yang dijalankan taruna Akademi Militer menjelang pelantikan. Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang untuk bangsa dan negara.
Dudung kemudian menceritakan secara singkat sejarah para taruna dan perwira yang dimakamkan di TMP Taruna Daan Mogot. Ia menjelaskan bahwa pada masa awal kemerdekaan, pendidikan militer untuk calon perwira diselenggarakan di sejumlah daerah, antara lain Yogyakarta, Malang, Tangerang, dan Palembang.
“Dulu kebutuhan perwira sangat banyak, sehingga dididiklah para perwira di military academy. Kalau sekarang sebutannya Akademi Militer. Nah, yang di sini adalah Military Academy Tangerang,” kata Dudung.
Ia mengatakan tradisi ziarah ke makam pahlawan masih dijalankan oleh taruna Akademi Militer sebelum mereka resmi dilantik sebagai perwira.
Menurut Dudung, para taruna biasanya terlebih dahulu berziarah ke TMP Taruna Daan Mogot, kemudian melanjutkan ziarah ke makam Gatot Subroto dan Ungaran.
“Bahkan, waktu saya menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer pun tradisinya demikian,” ujar Dudung, yang pernah menjabat Gubernur Akademi Militer pada 2018–2020.
Dudung berharap para pahlawan yang dimakamkan di TMP Taruna Daan Mogot mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia juga mengajak generasi penerus untuk terus mengenang jasa mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan bangsa.
“Kita doakan, mudah-mudahan para almarhum diterima di sisi-Nya. Beliau-beliau adalah pahlawan yang telah memperjuangkan bangsa dan negara kita,” kata Dudung.
