Jakarta, lajunetwork.id – Proses evakuasi tiga warga sipil yang tewas ditembak di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, diwarnai kontak tembak antara personel Koops TNI Habema dan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan kontak senjata terjadi ketika tim evakuasi bergerak menuju lokasi ditemukannya jenazah pada Kamis, 23 Juli.
Menurut Yudha, personel TNI mendeteksi keberadaan kelompok OPM di sekitar lokasi kejadian. Kontak tembak pun terjadi saat tim bergerak menuju titik evakuasi.
“Pada saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi jenazah, keberadaan OPM sempat terdeteksi dan terjadi kontak tembak dengan kelompok tersebut yang berada di sekitar area kejadian,” kata Yudha dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Meski terjadi kontak senjata, Yudha mengatakan personel Koops TNI Habema tetap memprioritaskan keselamatan anggota tim. Proses evakuasi kemudian dilanjutkan dengan pengamanan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Saat tiba di lokasi, posisi jenazah disebut telah bergeser dari tempat kejadian awal. Tim evakuasi hanya menemukan dua jenazah di sekitar lokasi.
Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk menjalani proses identifikasi. Setelah proses tersebut selesai, jenazah akan diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, satu korban lainnya, seorang perempuan dari Suku Unaukam, hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Yudha mengatakan personel TNI bersama aparat terkait akan terus meningkatkan pengamanan di sekitar wilayah kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali aksi kekerasan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
“Perlindungan terhadap masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Tiga warga sipil sebelumnya dilaporkan tewas dalam aksi penembakan yang terjadi pada Senin, 21 Juli. Ketiga korban terdiri atas sepasang suami istri dan seorang perempuan dari Suku Unaukam.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna mengatakan aparat saat ini masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.
“Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Wirya.
Menurut Wirya, aksi kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok OPM yang dipimpin Kopitua Heluka, yang disebut sebagai Danops Kodap Yahukimo.
Ia mengatakan informasi mengenai aksi tersebut juga sempat dipublikasikan oleh pihak yang mengatasnamakan Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).
“Dalam informasi itu mereka mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia,” ujar Wirya.
Namun, Koops TNI Habema belum memberikan penjelasan lebih detail mengenai rangkaian kejadian yang menyebabkan tiga warga sipil tersebut meninggal dunia. Aparat masih mengumpulkan informasi dan mendalami kondisi di lapangan.
Wirya mengatakan fokus aparat saat ini adalah mendapatkan informasi mengenai keberadaan pihak yang diduga sebagai pelaku. Upaya pencarian dan pengejaran dilakukan bersama aparat terkait sembari memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.
