Jakarta, lajunetwork.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan pelayanan publik harus terus bertransformasi agar semakin adaptif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Transformasi tersebut dinilai perlu didukung pemanfaatan teknologi, komitmen aparatur, serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Komitmen itu diwujudkan melalui pencanangan Gerakan Nasional Pelayanan Publik (GNPP) yang digagas Kementerian PANRB bersama Kementerian Dalam Negeri dan Ombudsman Republik Indonesia.
Gerakan tersebut menjadi langkah kolaboratif untuk memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat pusat maupun daerah.
Rini mengatakan Kementerian PANRB akan mengambil peran dalam memperkuat kebijakan, pembinaan, serta pemantauan dan evaluasi terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri akan memastikan pelaksanaan GNPP dapat diterapkan secara konsisten oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, Ombudsman Republik Indonesia berperan mengawal kualitas pelayanan publik melalui fungsi pengawasan, tindak lanjut terhadap pengaduan masyarakat, serta pemanfaatan aspirasi warga sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan.
Menurut Rini, kualitas pelayanan publik pada dasarnya tidak hanya ditentukan oleh kemegahan fasilitas maupun kecanggihan teknologi yang digunakan.
Lebih dari itu, kualitas layanan sangat bergantung pada dedikasi aparatur yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Di tangan ASN dan seluruh penyelenggara pelayanan publik, kepercayaan masyarakat kepada negara dibangun,” ujar Rini.
Ia menambahkan, transformasi pelayanan publik juga sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong agar berbagai layanan pemerintah dapat ditransformasikan ke dalam sistem digital.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre ketika mengakses layanan pemerintah.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian PANRB kini mendorong pengembangan layanan digital bersama Komite Percepatan Transformasi Pemerintahan Digital.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pelayanan pemerintah yang lebih mudah diakses, efisien, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Rini menekankan transformasi pelayanan publik tidak dapat berjalan tanpa komitmen bersama dari seluruh penyelenggara layanan.
“Transformasi ini tidak dapat diwujudkan kalau kita tidak semuanya memiliki komitmen. Atas dasar itulah GNPP menjadi gerakan bersama untuk mempercepat terwujudnya pelayanan publik yang semakin mudah, berintegritas, dan berorientasi kepada masyarakat,” tuturnya.
Menurut dia, GNPP juga menjadi momentum untuk mempercepat transformasi layanan digital sekaligus memperkuat semangat pelayanan publik yang hadir secara berkelanjutan.
Hal tersebut tercermin dalam simbol 24/7 yang merepresentasikan komitmen agar pelayanan pemerintah tetap responsif dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setiap waktu.
Rini mengatakan semangat tersebut diharapkan dapat membangun persepsi bahwa aparatur sipil negara (ASN), birokrat, dan seluruh unsur pemerintahan senantiasa siap hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Jadi masyarakat merasakan bahwa kita semuanya, para ASN, para birokrat atau para pembantu Presiden ini, tentunya siap untuk setiap saat hadir untuk terus-menerus melayani masyarakat,” kata Rini.
GNPP mengusung tema “Tulus Melayani, Cepat Merespons, dan Berintegritas”. Rini menegaskan tema tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus diwujudkan dalam setiap kebijakan, layanan, dan tindakan aparatur negara.
Ia menjelaskan ketulusan dalam memberikan pelayanan akan melahirkan kepedulian terhadap masyarakat. Kecepatan dalam merespons kebutuhan warga akan memberikan kepastian, sedangkan integritas menjadi fondasi utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik.
Rini juga menegaskan GNPP bukan merupakan program yang hanya menjadi tanggung jawab Kementerian PANRB. Gerakan tersebut merupakan komitmen bersama seluruh penyelenggara pelayanan publik, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Karena itu, keberhasilan GNPP tidak semata-mata diukur dari jumlah kegiatan atau program yang dilaksanakan. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya, kata Rini, adalah semakin banyak masyarakat yang merasakan perubahan nyata berupa pelayanan yang lebih mudah, cepat, responsif, berintegritas, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Melalui GNPP, pemerintah berharap transformasi pelayanan publik dapat berlangsung secara lebih terarah dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pengawas, serta seluruh aparatur menjadi kunci agar peningkatan kualitas pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
