Jakarta, lajunetwork.id – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong polisi wanita (Polwan) Indonesia terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi agar mampu mengambil peran lebih besar dalam kepolisian, termasuk di tingkat internasional.
Pesan tersebut disampaikan Listyo saat membuka kegiatan International Association of Women Police (IAWP) 2026 di Bali. Forum internasional itu diikuti perwakilan polisi wanita dari 43 negara.
Menurut Listyo, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda internasional, tetapi juga ruang untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, dan praktik kepolisian antara polisi wanita dari berbagai negara.
“Kami berharap kemampuan dan kapasitas Polwan Indonesia terus meningkat, mampu bersaing di tingkat internasional, serta saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan polisi wanita dari berbagai negara,” kata Listyo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Listyo mengatakan keterlibatan Polwan Indonesia dalam forum IAWP 2026 dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan. Pengalaman yang diperoleh dari polisi wanita negara lain diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dalam menjalankan tugas kepolisian di Indonesia.
Menurut dia, perkembangan tantangan kepolisian membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan profesional sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan.
Karena itu, peningkatan kapasitas Polwan dinilai perlu berjalan beriringan dengan pengembangan karier.
Listyo berharap forum tersebut dapat mendorong Polwan Indonesia semakin percaya diri untuk mengambil peran dalam berbagai bidang kepolisian, baik di dalam negeri maupun dalam kerja sama internasional.
Kapolri juga mengaitkan penguatan kapasitas Polwan dengan pentingnya kesetaraan gender serta kesempatan pengembangan karier di lingkungan kepolisian.
Pandangan tersebut, kata dia, sejalan dengan gagasan yang disampaikan Presiden IAWP mengenai pentingnya memperluas peran dan kesempatan bagi polisi wanita.
Peningkatan kompetensi, menurut Listyo, menjadi salah satu modal penting agar Polwan dapat menunjukkan profesionalisme dan berkontribusi secara lebih luas dalam organisasi kepolisian.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti forum internasional dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Penyelenggaraan IAWP 2026 di Bali juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mempertemukan polisi wanita dari berbagai negara dalam satu forum.
Listyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap forum internasional itu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan profesionalisme polisi wanita.
“Semoga IAWP menjadi forum yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme polisi wanita,” ujar Listyo.
Bagi Polwan Indonesia, forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk melihat perkembangan praktik kepolisian di negara lain. Pertukaran pengalaman diharapkan dapat memperkaya perspektif dan mendukung pengembangan sumber daya manusia kepolisian di masa mendatang.
