Jambi, lajunetwork.id – Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan gambut seluas sekitar 50 hektare di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
Upaya pemadaman telah berlangsung sejak Rabu (5/8) dan hingga Minggu (9/8) api masih ditemukan di sejumlah titik. Petugas juga melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia mengatakan personel gabungan terus dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran tersebut.
“Tim dari Polda Jambi bersama Satgas Karhutla sejak Rabu masih melakukan pemadaman di lokasi,” kata Taufik di Jambi, Minggu.
Menurut dia, kondisi lahan yang terbakar berupa gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra. Api dan bara masih ditemukan di beberapa bagian sehingga petugas harus melakukan penyisiran dan pendinginan secara berulang.
Untuk mempercepat penanganan, Satgas Karhutla mengerahkan tiga helikopter untuk melakukan water bombing ke titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain pemadaman, aparat kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan lokasi sekaligus mendukung proses penyelidikan penyebab kebakaran.
“Lokasi sudah kami pasang garis polisi dan masih diamankan untuk kepentingan penyelidikan,” ujar Taufik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan sekitar 300 personel telah diterjunkan untuk menangani kebakaran.
Ratusan petugas tersebut melakukan pemadaman di sejumlah titik yang masih mengeluarkan bara api. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan guna mencegah kebakaran kembali meluas.
“Sudah tiga hari kami melakukan pemadaman. Sekitar 300 personel kami turunkan dan terus bekerja agar api segera padam serta tidak meluas,” kata Bachyuni.
Petugas juga masih melakukan pemantauan terhadap area yang sebelumnya terbakar. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di kawasan lahan gambut.
Penanganan di lokasi turut melibatkan sejumlah unsur terkait, di antaranya Karo Ops Polda Jambi, Pasi Korem 042/Gapu, dan Kapolres Muaro Jambi.
Di sisi lain, kepolisian masih menyelidiki status kepemilikan lahan yang terbakar. Polisi belum memastikan apakah lahan tersebut berada di bawah penguasaan perusahaan atau masyarakat.
Taufik mengatakan penyelidikan dilakukan bersamaan dengan proses penanganan kebakaran di lapangan. Polisi juga masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui penyebab munculnya kebakaran.
Hingga Minggu, fokus utama Satgas Karhutla masih diarahkan pada pemadaman dan pencegahan agar api tidak menjalar ke wilayah lain.
Setelah kondisi kebakaran terkendali, proses penyelidikan terhadap penyebab kebakaran dan status kepemilikan lahan akan terus dilakukan.
