Kediri, lajunetwork.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 yang akan berlangsung di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan seluruh persiapan penyelenggaraan forum tertinggi NU di luar muktamar tersebut terus dimatangkan. Kegiatan itu akan diikuti peserta dari jajaran PBNU dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia.
“Persiapan sudah terus dilakukan. Munas-Konbes insyaallah Presiden hadir pada saat penutupan,” kata Gus Ipul di Kediri, Sabtu.
Munas-Konbes NU 2026 akan digelar di dua lokasi berbeda. Acara pembukaan berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, sedangkan penutupan akan dilaksanakan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Madura.
Menurut Gus Ipul yang juga menjabat Ketua Organizing Committee Munas-Konbes NU 2026, pembukaan kegiatan akan dipimpin secara internal oleh jajaran NU. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir pada acara penutupan yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026.
“Pembukaan dipimpin internal, sedangkan penutupan direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
PBNU mencatat peserta Munas-Konbes telah mulai berdatangan ke Kediri sejak Jumat. Kedatangan dilakukan secara bertahap untuk memudahkan proses registrasi dan penempatan akomodasi.
Hingga Sabtu siang, seluruh peserta dari berbagai wilayah Indonesia dijadwalkan telah tiba di Kota Kediri.
“Mulai kemarin peserta sudah datang secara bertahap. Siang ini insyaallah seluruh peserta, baik dari PWNU maupun PBNU, sudah hadir di Kediri,” kata Gus Ipul.
Panitia telah menyiapkan lima hotel sebagai lokasi registrasi dan penginapan peserta. Setelah menyelesaikan proses registrasi, para peserta dijadwalkan menuju Pondok Pesantren Al Falah pada sore hari untuk mengikuti rangkaian pembukaan Munas-Konbes NU 2026.
Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, Munas-Konbes NU 2026 juga akan membahas berbagai agenda strategis menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama.
Beberapa agenda utama yang akan dibahas antara lain penetapan materi muktamar, penampungan usulan lokasi penyelenggaraan muktamar mendatang, serta pembahasan berbagai persoalan keagamaan yang menjadi perhatian warga NU.
“Forum ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju Muktamar. Selain membahas materi muktamar, juga akan dibahas berbagai isu keagamaan yang menjadi perhatian NU,” ujar Gus Ipul.
Untuk mendukung efektivitas pembahasan, persidangan Munas-Konbes dibagi ke dalam enam komisi.
Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah akan bersidang di Aula Utama Al-Falah Induk. Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah dijadwalkan berlangsung di Musholla Queen Al-Falah, sedangkan Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah akan bersidang di Aula Teras Gubuk Al-Falah.
Sementara itu, Komisi Organisasi akan menggelar sidang di Aula Utama Al-Falah Putri, Komisi Program di Gedung Nasrul Ummah Al-Falah II, dan Komisi Rekomendasi akan merumuskan berbagai rekomendasi strategis yang menjadi hasil akhir forum.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, panitia menyiapkan sistem pengamanan berlapis yang melibatkan sekitar 400 personel dari berbagai badan otonom (banom) NU.
Wakil Ketua Seksi Keamanan Munas-Konbes NU, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan personel pengamanan berasal dari sejumlah organisasi di lingkungan NU, di antaranya Ansor, Banser, Pagar Nusa, Pasukan Inti, Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU, KPP IPNU, hingga Garda Fatayat.
Menurutnya, Pagar Nusa menjadi unsur dengan jumlah personel terbanyak, yakni sekitar 160 anggota.
“Insyaallah dari keamanan yang nanti akan diterjunkan dari internal NU, yaitu dari badan otonom NU, ada sekitar 400 personel yang akan bertugas. Untuk Pagar Nusa sendiri sebanyak 160 personel,” kata Nabil.
Ia menambahkan seluruh personel pengamanan internal diprioritaskan berasal dari Jawa Timur guna memudahkan koordinasi dan mobilisasi selama pelaksanaan kegiatan.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Munas-Konbes NU 2026 diharapkan menjadi forum strategis dalam merumuskan arah organisasi, membahas berbagai persoalan keagamaan kontemporer, sekaligus memperkuat konsolidasi Nahdlatul Ulama menjelang pelaksanaan muktamar mendatang.
